Tangkapan Nelayan Pantai Selatan Cianjur Menurun

Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (Dislutkanak) Cianjur, Jawa Barat, mencatat hasil tangkapan nelayan di pantai selatan Cianjur sepanjang tahun ini mencapai 14.484 ton.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  14:39 WIB
Tangkapan Nelayan Pantai Selatan Cianjur Menurun
Ilustrasi perahu nelayan - Antara

Bisnis.com, CIANJUR – Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (Dislutkanak) Cianjur, Jawa Barat, mencatat hasil tangkapan nelayan di pantai selatan Cianjur sepanjang tahun ini mencapai 14.484 ton, lebih rendah 45 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang 25.445 ton akibat paceklik ikan dan cuaca ekstrem.

"Jumlah tangkapan tahun ini mengalami penurunan hingga 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 25.445 ton. Ini disebabkan paceklik dan faktor cuaca ekstrem," kata Kasi Produksi perikanan tangkap, Dislutkanak Cianjur, Ade Durahman di Cianjur pada Selasa (3/12/2019).

Ade menjelaskan setiap 3 bulan sekali, pihaknya melakukan pendataan hasil tangkapan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan di pantai selatan seperti di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta,

Dia menjelaskan hasil tangkapan ikan nelayan selatan yang terdiri dari Pantai Jayanti, Sereg, Apra, dan Lugina, pada triwulan pertama mencapai 3.412 ton, kedua sebanyak.235 ton dan di triwulan ketiga 3.837 ton.

Sepanjang 2019, ungkapnya, nelayan di pantai selatan menghadapi dua kali paceklik ikan yang disertai cuaca ekstrem, sehingga hasil tangkapan nelayan menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Saat musim paceklik dan cuaca ekstrem sebagian besar nelayan di pantai selatan Cianjur, tuturnya, berhenti melaut dan beralih profesi sebagai buruh tani dan serabutan.

Hanya sebagian kecil yang tetap melaut meskipun hanya di pinggir pantai mengunakan jaring yang dibentangkan. Namun hasil tangkapan tidak maksimal hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Pihaknya memberikan pembinaan dan pelatihan bagi nelayan, agar mereka tetap memiliki penghasilan ketika tidak melaut, termasuk memberikan program Kartu Nelayan untuk ribuan nelayan di wilayah tersebut.

Sementara sejumlah nelayan di pantai selatan Cianjur, kerap mengeluh terpaksa menganggur karena tidak memiliki keahlian lain selain melaut. Ketika musim paceklik ikan mereka berharap mendapat pelatihan dari dinas terkait.

"Kalau yang punya keahlian mencari kerja ke kota sebagai buruh proyek atau buruh tani. Kalau yang tidak punya keahlian terpaksa menganggur. Meskipun punya kartu nelayan, kami masih bingung manfaatnya," kata Hadi, nelayan Pantai Jayanti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cianjur, nelayan

Sumber : Antara
Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top