Pemprov Jabar Bantah BIJB Kertajati Penyebab Sepinya Bandara Husein

BIJB Kertajati disebut sebagai wujud konektivitas antara pusat-pusat ekonomi di Jabar untuk percepatan pembangunan dan pemerataan pembangunan. 
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Oktober 2019  |  10:16 WIB
Pemprov Jabar Bantah BIJB Kertajati Penyebab Sepinya Bandara Husein
Pekerja membersihkan ruang pengambilan bagasi di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantah klaim pemindahan rute ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati berpengaruh terhadap penurunan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman), di Kota Bandung yang tiba melalui Bandara Husein Sastranegara.
 
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat terdapat penurunan 155.000 wisatawan hingga pertengahan Oktober 2019. Hal ini berpengaruh terhadap penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung, yang 33 persennya disokong sektor pariwisata, khususnya oleh wisatawan Malaysia dan Singapura.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Hery Antasari menegaskan klaim tersebut harus berdasarkan kajian teknokratis dan akademis. Dia menuturkan data yang diterima menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan kunjungan wisman ke Kota Bandung dalam satu tahun.
 
"Jumlah 155.000 ini, kalau dilihat month-to-month (mtm) Juli-Agustus pada rentang yang sama pada 2018 dan 2019, justru ada peningkatan. [Juli-Agustus] Itu di bulan-bulan ada penerapan penataan rute," tutur Hery, Kamis (31/10/2019).

Dia melanjutkan penerbangan internasional tidak dipindahkan dari Bandara Husein. Dengan demikian, klaim tersebut perlu dikaji kembali sehingga dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam menentukan kebijakan berikutnya terkait Kertajati.

Selain itu, sambung Hery, jumlah penerbangan di Bandara Husein justru bertambah, baik jumlah rute tujuan maupun frekuensi per rutenya. Teranyar, ada penambahan rute ke Banyuwangi.
 
 Dia menambahkan tak tertutup kemungkinan penurunan sektor pariwisata yang terjadi saat ini merupakan fenomena nasional. Hal ini terlihat dari banyaknya keluhan serupa dari pengusaha sektor pariwisata di daerah lain di Indonesia, salah satunya Bali. 

Pengaruh tingginya tarif tiket pesawat juga berpotensi menjadi penyebab.

Hery menyinggung bahwa Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial pun pernah menyambut positif penataan rute yang dilakukan karena melihat potensi jangka menengah dan jangka panjangnya bagi Kota Kembang.
 
Keberadaan BIJB Kertajati disebut sebagai wujud konektivitas antara pusat-pusat ekonomi di Jabar untuk percepatan pembangunan dan pemerataan pembangunan. Bandara ini juga diproyeksi menjadi embarkasi haji mulai 2020.
 
"Keunggulan Kertajati mampu menjadi hub maskapai besar, mengoneksikan ke global dan nasional jauh lebih baik dari Bandara Husein. Nanti juga ada Aerocity-nya. Ekonomi Jabar, termasuk Bandung Raya, juga akan lebih melompat dengan adanya Kertajati, pembangunan juga akan merata," imbuhnya.
 
Keberadaan BIJB Kertajati pun disebut membuat warga Ciayumajakuning, Priangan Timur, dan lain-lain, akan lebih bisa menjangkau transportasi udara dengan lebih dekat.
 
Di sisi lain, runway maupun kapasitas menerima pesawat di Bandara Husein sudah sangat terbatas. Pemprov Jabar juga mengingatkan kembali fungsi enclave sipil Bandara Husein Sastranegara milik TNI AU.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati, pemprov jabar

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top