Kemarau Panjang, Cadangan Air Baku di Bandung Semakin Susut

Kemarau panjang yang terjadi di Kota Bandung mengakibatkan poduksi air baku mengalami penurunan drastis hingga 400-500 liter per detik. Bahkan diperkirakan satu dari dua bendungan yang merupakan sumber air baku untuk Kota Bandung, Situ Cipanunjang akan mengering dalam waktu 30 hari.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 September 2019  |  15:17 WIB
Kemarau Panjang, Cadangan Air Baku di Bandung Semakin Susut
Direktur Utama PDAM Tirtawening Sony Salimi - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG -- Kemarau panjang yang terjadi di Kota Bandung mengakibatkan poduksi air baku mengalami penurunan drastis hingga 400-500 liter per detik. Bahkan diperkirakan satu dari dua bendungan yang merupakan sumber air baku untuk Kota Bandung, Situ Cipanunjang akan mengering dalam waktu 30 hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sony Salimi saat dihubungi di Kota Bandung, Selasa (24/9). Menurutnya kondisi kemarau panjang saat ini memang membuat was-was pihaknya. Pasalnya cadangan air di dua bendungan yang terletak di Kabupaten Bandung Selatan terus menyusut setiap harinya.

"Cadangan air kita di selatan di Situ Cipanunjang kurang dari 7 meter, setiap hari menurun 25 cm jadi kurang dari 30 hari akan habis. Kemudian juga di Situ Cileunca sudah kurang dari 4 meter, setiap hari turun 7,5 cm," kata Sony.

Biasanya, ketinggian air di Situ Cipanunjang bisa mencapai 21 hingga 23 meter. Sedangkan di Situ Cileunca ketinggian muka air bisa mencapai 15 meter.

Selain di dua bendungan tersebut Sony menyebut air di Sungai Cikapundung yang akses pengelolaannya dilakukan di Dago Pakar juga mengalami penyusutan.

"Biasanya kita bisa produksi 600 liter perdetik sekarang sekitar 510-520 liter perdetik" kata Sony.

Untuk itu, PDAM Tirtawening kata Sony akan memberlakukan kebijakan pengaliran bergilir kepada seluruh pelanggannya. Terutama untuk pelanggan di daerah Bandung bagian timur, barat dan selatan.

Meski demikian, ia memastikan jika nantinya ada pelanggan yang membutuhkan air baku darurat, pihaknya siap untuk memberikan pelayanan.

Sony pun berharap hujan akan segera turun di kawasan Bandung agar cadangan air baku untuk Kota Bandung kembali normal.

"Mudah-mudahan sebelum akhir September ini hujan sudah mulai terutama di daerah hulu karena kalau hujan di daerah kota saja alhamdulillah ada tapi untuk memaksimalkan lagi kapasitas produksi tentu harus banyak hujan di daerah catchment area daerah hulu utara maupun selatan," pungkas Sony. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kekeringan

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top