2020, BUMD Jabar Ditarget Sumbang Dividen Rp400 Milliar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyetor dividen hingga Rp400 miliar pada 2020 mendatang. 
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 23 September 2019  |  10:48 WIB
2020, BUMD Jabar Ditarget Sumbang Dividen Rp400 Milliar
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa
Bisnis.com,BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyetor dividen hingga Rp400 miliar pada 2020 mendatang. 

Kepala Biro BUMD dan Investasi Setda Jabar Noneng Komara mengatakan angka tersebut dinilai cukup realistis seiring adanya sejumlah upaya perbaikan kinerja BUMD yang dilakukan Pemprov Jabar pada 2019 ini seperti menggelar seleksi terbuka bagi direksi BUMD.

“Kami juga melakukan evaluasi BUMD dengan, kompilasi data yang lengkap, restrukturisasi BUMD, pembenahan ad/art BUMD. Selain itu kita melakukan sinergitas BUMD dan BUMN, mempertemukan kerja sama dengan pihak swasta karena tahun ini tidak semua dapat modal karena terbatas," katanya di Bandung, Minggu (22/9/2019).

Target dividen sebesar Rp400 miliar pun dinilai bisa terkejar mengingat pada 2019 ini BUMD ditarget bisa menyetorkan Rp366 miliar. Dari evaluasi semester pertama pihaknya optimistis bisa tercapai meski masa ada sejumlah BUMD yang tahun ini tidak menyumbang dividen.

"PT Agronesia itu sebenarnya memiliki keuntungan tapi karena ada kewajiban yang harus mereka penuhi seperti utang ke bank dan membayar pesangon jadi tahun ini tidak menyumbangkan deviden,” tuturnya. 

Noneng juga menunjuk PT Tirta Gemah Ripah yang masih mengalami kerugian sehingga dalam waktu 1-2 tahun harus menutupi kerugian dari keuntungan saat ini. Namun PT Tirta Gemah Ripah kemungkinan bisa cepat menutup kerugian seiring mulai dikelolanya SPAM Bandung Selatan. “Jadi mereka bisa setor deviden juga,” ujarnya.

Sementara PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) kemungkinan baru bisa menyetor dividen setelah 8 hingga 12 tahun beroperasi. Meski sudah beroperasi, BIJB dinilai Noneng belum tentu bisa memberikan modal balik ke Pemprov Jabar. “Bank Bjb menjadi penyumbang dominan deviden dari BUMD untuk Pemerintah Provinsi Jabar. Selain itu, Migas Hulu Jabar ada diposisi kedua,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top