Kelalaian Konstruksi Terjadi di Seksi III Cisumdawu

Kelalaian teknis konstruksi diduga terjadi pada pengerjaan projek jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di STA 29 (+750) daerah Cikole, Kec. Cimalaka di wilayah kerja PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) pekan lalu.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  10:49 WIB
Kelalaian Konstruksi Terjadi di Seksi III Cisumdawu
Sejumlah truk melintasi proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, BANDUNG—Kelalaian teknis konstruksi diduga terjadi pada pengerjaan projek jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di STA 29 (+750) daerah Cikole, Kec. Cimalaka di wilayah kerja PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) pekan lalu.

Dari informasi yang dihimpun, girder ke sembilan amblas setelah diturunkan dengan posisi melintang saat pengangkutan menggunakan truk trailer. Hal itu bermula ketika girder diangkat menggunakan crane untuk dimasukkan ke atas kendaraan truk trailer lalu diangkut mendekati pier.

Namun, setelah diturunkan dengan posisi melintang, girder tersebut amblas saat proses pengangkutan. Salah satu bahan baku bangunan material untuk pembangunan jembatan jalan tol, patah hingga terbelah dua. Bahan baku tersebut patah, ketika akan diangkat menggunakan crane.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady mengaku terkejut dengan kejadian kelalaian teknis tersebut. “Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga tak ada korban jiwa ya,” katanya di Bandung, Senin (26/8/2019).

Menurutnya pihak CKJT dalam proyek infrastruktur tersebut harusnya bisa memperhatikan prosedur K3 (kesehatan, keselamatan kerja) di lapangan. “Pada prinsipnya, semua pekerjaan harus memperhatikan K3,” ujarnya.

Daddy berharap peristiwa ini terjadi bukan karena kesalahan dan ketidakcermatan pihak CKJT mengingat pembangunan girder dalam proyek tol sangat vital. “Saya yakin tak satu pihak pun mengharapkan terjadinya kecelakaan.Semoga bukan karena kesalahan perhitungan,” katanya.

Pihak Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat dihubungi terkait insiden ini belum bisa memberikan komentar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cisumdawu

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top