Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemadaman Listrik Ganggu Layanan Ujian Online Edubox

Pemadaman listrik di wilayah sebagian Pulau Jawa mengganggu pelaksanaan ujian yang menggunakan aplikasi berbasis web Edubox di sekolah-sekolah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  16:51 WIB
sistem belajar mengajar lewat Edubox - Istimewa
sistem belajar mengajar lewat Edubox - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Pemadaman listrik di wilayah sebagian Pulau Jawa mengganggu pelaksanaan ujian yang menggunakan aplikasi berbasis web Edubox di sekolah-sekolah.

Chief Operation Officer Edubox Fathi Nashrullah, mengatakan pemadaman listrik akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan sekolah yang sudah terbiasa menggunakan Edubox saat ujian sehari-hari.

"Jadi adanya pemadaman listrik ini tentunya akan sangat berpengaruh, apalagi untuk sekolah besar dengan jumlah murid yang banyak, yang menggunakan server yang terpusat," kata Fathi, Senin (5/8/2019).

Edubox adalah aplikasi berbasis web yang terdiri dari aplikasi ujian, tugas, dan materi dalam jaringan lokal (intranet) buatan PT Pinisi Teknologi Edukasi (Pinisi Edubox).

Menurut dia, kasus aliran listrik yang terputus dan memengaruhi ujian lewat Edubox biasanya terjadi di sekolah di pelosok dan menggunakan jaringan komputer.

"Biasanya sekolah kalau mau ujian, meminta PLN untuk menjaga aliran listriknya. Akan terganggu kalau sampai ada pemadaman bergilir," katanya.

Lebih lanjut Fathi mengatakan Provinsi Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah pengguna Edubox terbanyak di Indonesia.

Dia menuturkan semua SMP negeri dan puluhan SMP swasta di Kota Bandung sudah menggunakan Edubox untuk ujiannya. Sarana tersebut pun digunakan SMA dan SMK di Jabar dan total sekitar 300 sekolah yang menggunakan Edubox.

Dia menjelaskan dengan Edubox, ujian dilakukan melalui komputer, laptop, tablet, atau gawai lainnya yang terkoneksi dengan browser.

Apabila biasanya saat ujian dibutuhkan sampai sepuluh lembar kertas per siswa per mata pelajaran, dengan Edubox semuanya dilakukan tanpa kertas.

Edubox sejak 2017 meluncurkan Edupress sebagai converter soal instan dan dengan mengunduh template dari Edupress, para guru secara daring bisa mengubah soal yang dimiliki menjadi bentuk soal yang siap unggah ke Edubox tanpa kendala terutama untuk soal gambar, rumus, equation, dan huruf asing, baik huruf Arab, Mandarin, sampai aksara Sunda.

"Jadi untuk guru di sekolah-sekolah bisa sharing soal dan tidak tergantung buku penerbit atau lembar kerja siswa. Ini seperti membuat bank soal. Memudahkan guru berbagi soal," katanya.

Pada momentum upacara bendera Senin pagi di SMA Negeri 17 Bandung, Edubox secara simbolis memberikan penghargaan kepada SMA Negeri 17 Bandung sebagai sekolah dengan jumlah postingan soal terbanyak dengan jumlah 410 paket soal ujian.

Secara berturut-turut, jumlah sekolah 10 besar postingan terbanyak adalah SMA Negeri 17 Bandung (410 paket soal ujian), SMA Negeri 1 Bandung (353), SMP Daarut Tauhid Boarding School (338), SMP Negeri 54 Bandung (326), SMP Negeri 36 Bandung (320), SMP Negeri 1 Sumber (270), SMP Negeri 40 Bandung (268), SMA Negeri 2 Padalarang (260), SMP Negeri 6 Bandung (252), dan SD Negeri Cijambe 2 dengan jumlah postingan 246 paket soal ujian.

"Hingga genap dua tahun perjalanan Edupress, sudah ada 23.525 ujian yang ter-publish dari seluruh user sekolah. Jika dirata-ratakan dalam satu ujian terdapat 35 soal, maka jumlah total soal tersiar adalah 823.375 soal. Ini menjadikan Edupress sebagai crowdsourcing bank soal terbesar di Indonesia," katanya.

Edubox sebagai salah satu start up di dunia digital, berkomitmen untuk terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia, terutama di Jawa Barat dan dalam perjalanannya, Edubox mulai memacu para guru untuk masuk ke era digitalisasi tanpa melupakan konten lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemadaman listrik

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top