Status Jadi Waspada, Tangkuban Parahu Harus Kembali Ditutup?

Gunung Tangkuban Parahu kembali mengalami erupsi sejak Kamis (1/8/2019) malam hingga Jumat (2/8/2019) pagi, yang membuat PVMBG menaikkan status gunung tersebut dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  14:02 WIB
Status Jadi Waspada, Tangkuban Parahu Harus Kembali Ditutup?
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau langsung kondisi terkini Gunung Tangkuban Parahu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (29/7/19). - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG—Gunung Tangkuban Parahu kembali mengalami erupsi sejak Kamis (1/8/2019) malam hingga Jumat (2/8/2019) pagi, yang membuat PVMBG menaikkan status gunung tersebut dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan naiknya status gunung berapi tersebut saat ini sudah bisa diantisipasi oleh pihak terkait baik pengelola maupun pemerintah daerah. Menurutnya dari hasil rapat awal pekan ini, semua pihak sepakat menaati seluruh prosedur keamanan.

“Sumber informasi datangnya dari lembaga vulkanologi. jika statusnya clear dari mereka, maka prosedur yang kemarin dirapatkan silakan dipergunakan, tapi kalau statusnya siaga juga harus menyesuaikan,” katanya di Gedung Sate, Bandung.

Menurutnya karena urusan wisata gunung berapi ini bukan wisata biasa, maka fenomena alamnya berbahaya dan bisa mengancam keselamatan. “Jadi saya mengimbau pengelola untuk mengikuti arahan ilmiah mengenai status waspada,” ujarnya.

Dia menilai kalau rekomendasi dari PVMBG menyarankan objek wisata tersebut ditutup, maka pihaknya meminta pengelola segera menyesuaikan. Jika kondisi sudah dirasa aman, Tangkubanparahu bisa dibuka kembali.

Namun menurutnya berdasarkan data dari hasil rapat, seluruh indikator di sana dirasakan masih aman. Karena itu, menurut Ridwan Kamil, jika sekarang ada dinamika kembali maka keputusannya pengelola harus menyesuaikan. “Kan gak bisa ditutup selamanya atau dibuka terus-terusan, semua menyusuaikan dengan situasi,” ujarnya.

Pihaknya juga mengingatkan karena erupsi Tangkuban Parahu bersifat freatik maka kewaspadaan yang harus dikedepankan.

PVMBG sendiri dalam rekomendasinya meminta agar seluruh pengunjung dan pedagang tidak mendekati kawah puncak Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 kilometer. Masyarakat juga diminta mewaspadai letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului gejala vulkanik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung tangkubanparahu

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top