Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jasa Tirta II Jaga Pasokan Air dari Citarum dan Jatiluhur

Merespons BMKG tentang potensi kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Jawa Barat, Jasa Tirta II melakukan mitigasi potensi kekeringan ekstrem.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  19:15 WIB
Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer saat menyerahkan Bantuan Sosial Kemasyarakatan di Desa Sarijaya, Karawang - Istimewa
Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer saat menyerahkan Bantuan Sosial Kemasyarakatan di Desa Sarijaya, Karawang - Istimewa

Bisnis.com, KARAWANG – Merespons BMKG tentang potensi kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Jawa Barat, Jasa Tirta II melakukan mitigasi potensi kekeringan ekstrem.

Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) per 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrem.

"Provinsi Jawa Barat adalah salah satu daerah yang terancam kekeringan ekstrem. Sejumlah wilayah di Jawa Barat seperti Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sukabumi Selatan dan Cianjur Selatan mengalami potensi kekeringan dengan kategori Awas," ujar pihak Jasa Tirta II dalam keterangan resminya, diterima Kamis (25/7/2019).

Terkait hal itu, Jasa Tirta II terus menata pengelolaan pasokan air Sungai Citarum dan fungsi Waduk Jatiluhur. Keduanya merupakan sumber air bagi masyarakat Jawa Barat bagian Utara dan DKI Jakarta.

Disebutkan bahwa 90 persen air Waduk digelontorkan untuk mengairi irigasi di Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten/Kota Bekasi. "Sisanya digunakan untuk air baku industri dan air minum di Jawa Barat dan sebagian DKI Jakarta," ujar pihak Jasa Tirta II.

“Untuk mitigasi kekeringan kita kelola dan jaga cadangan dengan suplai air sesuai kapasitas kebutuhan areal tanam dengan memperhatikan kapasitas saluran dan melakukan pengaturan pembagian air," ucap Direktur Utama Jasa Tirta II, U. Saefudin Noer di sela Kunjungan Kerjanya di Bendung Ranggon, Karawang, Kamis (25/7/2019).

Saefudin Noer menyampaikan Jasa Tirta II memberlakukan piket pengaturan jadwal pemberian air atau gilir giring air untuk menjaga pasokan air irigasi. Hal itu dilakukan agar petani bisa tanam dan semai secara bergantian sehingga bisa panen di musim kemarau.

"Ketersediaan air di saluran akan selalu dimonitor oleh Jasa Tirta II melalui petugas pintu air dan memberikan pemahaman penggunaan air dari pengamat saluran kepada petani," ujarnya di tengah sekitar 200 petani dan masyarakat di Desa Sarijaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.

Upaya pengelolaan pasokan air menjadi penting dilakukan saat memasuki musim kemarau, ditambah lagi dengan prediksi kemarau panjang sebagai dampak perubahan iklim.

Lahan pertanian di Kabupaten Karawang, Subang dan sebagian barat Indramayu menjadi areal prioritas untuk mitigasi antisipasi kekeringan dengan menjaga pompa, kebersihan bendungan, bendung dan saluran.

“Wilayah Karawang, Subang, Bekasi, Purwakarta dan Sebagian Indramayu sampai saat ini masih dapat terairi dengan cukup,” kata Saefudin Noer.

Pengaturan air di daerah Indramayu sampai Cirebon belum dapat dilakukan, karena sumber air dari Waduk Jatigede belum termasuk dalam pengelolaan Jasa Tirta II.

Sejak berdiri pada 1967, Jasa Tirta II hanya memiliki kewenangan di dua Wilayah Sungai pada sebagian provinsi Jawa Barat dan DKI Jakart. Adapun secara total terdapat 128 Wilayah Sungai di Indonesia.

Saefudin Noer menyebutkan di bawah pengelolaan Jasa Tirta II, air akan dapat teraliri ke para petani walaupun dalam kondisi kekeringan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekeringan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top