Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wabah Difteri: Bio Farma Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

PT Bio Farma (Persero) merelokasi stok ekspor vaksin difteri untuk UNICEF untuk digunakan di dalam negeri.
Novianti
Novianti - Bisnis.com 12 Desember 2017  |  13:26 WIB
Wabah Difteri: Bio Farma Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri
Vaksinasi balita - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG—PT Bio Farma (Persero) merelokasi stok ekspor vaksin difteri UNICEF untuk dgunakan di dalam negeri.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan Bio Farma sebagai BUMN penghasil vaksin sangat memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri.

“Dengan adanya kejadian luar biasa [KLB] difteri, dalam beberapa minggu terakhir, Bio Farma melakukan kebijakan untuk menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF untuk negara berkembang, dengan merelokasi sementara waktu, guna memenuhi permintaan vaksin difteri dalam negeri,” katanya melalui siaran pers, Selasa (12/12/2017).

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI, telah melakukan penanggulangan segera untuk memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, dan pencegahan, agar penyakit tersebut tidak semakin meluas melalui tindakan Outbreak Response Immunization (ORI) di tiga provinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, dengan vaksin yang mengandung difteri.

“Kami, memiliki pasokan vaksin dengan kandungan difteri yaitu ; DTP-HB-Hib (Difteri Tetanus Pertusis – Hepatitis B – Haemophylus Influenza Type B) untuk anak usia 1 – 5 tahun, DT (Difteri Tetanus) untuk anak usia 5 – 7 tahun dan Td (Tetanus Difteri) untuk anak usia 7 – 19 tahun”.

Vaksin – vaksin tersebut, diberikan untuk pencegahan penyakit difteri, sedangkan untuk penderita difteri, Bio Farma akan menyiapkan Anti Difteri Serum (ADS).

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin buatan Bio Farma karena produk yang dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan sistem rantai dingin (cold chain system) dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif,” ujarnya.

Pada 5 – 7 Desember 2017, telah diselenggarakan pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan Negara – negara Islam) di Jeddah Arab saudi.

Hasil pertemuan tersebut, Indonesia dinyatakan sebagai Centre of Excellence (Pusat Penelitian Bersama) untuk bidang vaksin dan Bioteknologi.

Sebelum dinyatakan sebagai Centre of Excellence, Bio Farma sudah terlebih dahulu mengeskpor produk – produk vaksinnya termasuk vaksin yang mengandung difteri ke negara–negara Islam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar nasional
Editor : Yanto Rachmat Iskandar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top