[caption id="attachment_349623" align="alignleft" width="333"] Dimas Waraditya Nugraha[/caption] BANDUNG (bisnis-jabar.com)--Terdapat salah satu panganan unik di Kota Bandung. Wajarnya gorengan dijual mulai sore hingga malam hari. Namun gorengan bernama Perkedel Bondon ini baru dijual pukul 23.00. Awalnya perkedel yang dijajakan di dekat Stasiun Hall Selatan, Jalan Suniaraja, dalam terminal lama ini dikenal dengan nama Perkedel Kostes. Namun kelamaan orang-orang menyebutnya Perkedel Bondon karena perkedel ini hanya dijual menjelang tengah malam, layaknya “bondon” yang dalam bahasa Sunda bermakna pelacur. Pelanggan Perkedel Bondon kebanyakan dari kalangan mahasiswa. Namun selain mahasiswa, tak jarang para pekerja kantoran juga turut mampir untuk turut mencicipi cita rasa perkedel yang satu ini. Marmul seorang pelanggan Perkedel Bondon ini mengaku jika sekali-kali dia datang untuk bernostalgia mengingat masa-masa kuliah dulu. “Rasanya sebenarnya biasa aja, tapi kekhasan dan kenangannya yang saya cari,” ujarnya. Untuk memesan, pelanggan harus rela antri untuk mendapatkan perkedel kentang yang fresh from the oven. Nomer antrian yang disediakan hingga 40 nomer antrian. Perkedel disajikan bukan lagi hangat namun panas. Karena disajikan langsung setelah diangkat dari penggorengan. Cara masak perkedel ini pun berbeda dengan gorengan biasa. Perkedel digoreng dengan minyak panas menggunakan tungku arang. Itulah yang membuat tekstur luar dari perkedel ini crunchy, namun tekstur dalamnya tetap lembut. Masalah harga jangan khawatir, seperti gorengan pada umumnya, perkedel Bondon ini dijual dengan harga 1.000 rupiah. Pengunjung yang membeli kebanyakan langsung makan ditempat namun terdapat dari sebagian mereka yang membawanya pulang.(k29/yri)
Perkedel Bondon, Pilihan Nikmat di Tengah Malam
[caption id=attachment_349623 align=alignleft width=333] Dimas Waraditya Nugraha[/caption]
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru

14 jam yang lalu
Survei Indikator: Kepala Daerah Lain Perlu Tiru Dedi Mulyadi

6 hari yang lalu
KDM Dukung Swasembada Pangan di Lahan Aset Negara
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
