Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cegah Inflasi Meroket, Ini Upaya Pemkab Sumedang

Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman berharap inflasi di daerahnya tidak akan melambung tinggi pascameroketnya harga pangan di pasaran.
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, BANDUNG -- Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Herman Suryatman berharap inflasi di daerahnya tidak akan melambung tinggi pascameroketnya harga pangan di pasaran.

Untuk itu, ia saat ini tengah mencari penyebab utama dari meningkatnya bahan pokok masyarakat seperti beras, cabai, sayur mayur dan telur ayam ras.

Setelah ditemukan masalah utamanya, ia mengaku akan segera mencari solusi agar harga komoditas-komoditas tersebut terkendali serta menjamin pasokannya bisa dinikmati masyarakat dengan mudah.

"Pemantauan harga di sejumlah jenis pasar yang akan diketahui nanti penyebabnya lalu kami segera lakukan penanganannya harus bagaimana," kata Herman, dikutip Selasa (20/2/2024).

Menurut Herman, inflasi harus terkendali, karena dengan inflasi terkendali maka harga harga akan normal. Bila harga normal, maka pembelian masyarakat juga akan normal yang pada akhirnya konsumsi masyarakat juga normal, kalau konsumsi normal kemiskinan bisa diatasi atau dijaga.

Namun sebaliknya, lanjut Herman, bila terjadi inflasi maka harga akan naik, dan kalau harga naik pembelian turun dan hal ini akan berdampak pada tingkat konsumsi yang turun pula.

"Dan jika terjadi tingkat konsumsi turun akan mematik timbulnya atau meningkatknya kemiskinan, sehingga  inflasi penting dikendalikan, harga harga harus terjangkau dan pasokan tersedia," terang Herman.

Menurut dia, Pemkab Sumedang akan gencar melakukan Operasi Pasar Murah (OPM) untuk memastikan ketersediaan bahan dan keterjangkauan harga.

Ia juga berharap, dengan langkah ini dapat mengintervensi mekanisma herga barang di pasaran yang memang sangat ditentukan oleh berbagai hal seperti ketersediaan barang, biaya produksi, biaya distribusi, tenaga kerja dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper