Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Beras di Bandung Tak Terbendung, Paling Murah Rp16.000 per Kg

Harga beras di Kota Bandung tak terbendung. Harga termurah untuk beras medium ada di kisaran Rp16.000 per kilogram.
Harga beras di Kota Bandung naik
Harga beras di Kota Bandung naik

Bisnis.com, BANDUNG-- Harga beras di Kota Bandung tak terbendung. Harga termurah untuk beras medium ada di kisaran Rp16.000 per kilogram.

Berdasarkan tinjauan Bisnis di Pasar Gedebage Kota Bandung, harga rata-rata untuk beras medium berada di kisaran Rp16.000. Sedangkan untuk beras Pandanwangi ada di kisaran Rp17.000 untuk stok lama.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Gedebage, Farid (55) mengatakan, sebenarnya kenaikan harga sudah dirasakan sejak tahun 2023 lalu. Hingga kini ia tidak pernah merasakan harga turun atau bahkan tetap.

"Naik terus setiap bulan, sudah dari 2023 lalu," ungkap Farid kepada Bisnis, Senin (12/2/2024).

Selain harga yang terus meroket, suplai beras pun menurut dia sangat minim. Ketersediaan beras langka sudah ia rasakan sejak Januari dan awal Februari ini.

"Sekarang susah, kalau pun ada [daerah] yang panen pasti berebut," jelasnya.

Harga beras saat ini kata dia merupakan yang tertinggi sejak ia berjualan beras. Untuk stok yang baru datang saja, Beras Pandanwangi disuplai dengan harga Rp19.000 per kilogram.

"Gak saya ambil, karena bingung juga mau jual berapa ke konsumen," ungkap dia.

Sementara itu, selain karena el nino yang mengakibatkan banyak lahan sawah gagal panen, ia juga mendapat informasi bahwa banyak stok beras medium dan curah sudah banyak dibooking oleh calon anggota legislatif yang dalam beberapa bulan terakhir masa kampanye.

"Banyak informasi sih untuk Bansos ya, walaupun di gudang banyak tapi sudah dibooking oleh beberapa anggota dewan untuk Bansos," jelasnya.

Ia pun tidak sependapat jika harga beras saat ini yang naik terus menerus berkaitan dengan momentum Ramadan. Pasalnya, kalau momentum lebaran biasanya terasa satu bulan sebelum Ramadan.

"Kalau ini kan sudah dari tahun lalu, jadi bukan karena mau Ramadan," ungkap dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper