Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dampak Gempa Susulan di Sumedang Meluas, Rumah Rusak Terus Bertambah

BPBD mencatat bahwa setidaknya 19 rumah rusak akibat gempa 4,4 skala richter di Sumedang, Jawa Barat.
Ilustrasi gempa/pixabay.com
Ilustrasi gempa/pixabay.com

Bisnis.com, SUMEDANG — Gempa yang terjadi untuk keenam kalinya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan kekuatan 4,4 skala richter pada Senin (1/1/2024) pukul 20.46 WIB menyebabkan jumlah rumah rusak terus bertambah. 

Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang hingga pukul 23.00 WIB, jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan akibat gempa Sumedang terus bertambah.

Kepala Seksi Cegah Siaga BPBD Sumedang, Adang mengatakan saat ini sejumlah korban yang rumahnya alami kerusakan diungsikan ke keluarga dan kerabat terdekat.

"Sebagian ada yang mengungsi ke keluarga dan kerabat, sementara ada 19 rumah rusak" ungkap dia di Sumedang, Senin (1/1/2024). 

Berdasarkan laporan tersebut, dampak gempa pukul 20.46 WIB terasa lebih meluas dari gempa sebelumnya yang terjadi di Kecamatan Kota Kaler, Kabupaten Sumedang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa titik episentrum gempa bumi berada di 4 kilometer timur laut Kabupaten Sumedang.

Kepala Seksi Cegah Siaga BPBD Sumedang, Adang di salah satu tenda darurat untuk berlindung dari rentetan gempa di Sumedang, Jawa Barat pada Senin (1/1/2024). - Bisnis/Dea Andriyawan
Kepala Seksi Cegah Siaga BPBD Sumedang, Adang di salah satu tenda darurat untuk berlindung dari rentetan gempa di Sumedang, Jawa Barat pada Senin (1/1/2024). - Bisnis/Dea Andriyawan

Dampak gempa terakhir itu terasa lebih luas, hingga terjadi kerusakan di daerah yang lebih jauh, seperti di Kecamatan Tanjungmedar, Tanjungsari. 

"Sekarang dampaknya lebih luas," ujar Adang. 

Saat ini, BPBD Sumedang terus melakukan asesmen hingga ke seluruh desa di Kabupaten Sumedang untuk mengetahui jumlah akurat warga yang terdampak. 

"Kami masih melakukan asesmen," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper