Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Pengangguran di Jabar Menyusut 237.000 Orang

BPS Jabar mencatat terjadi penurunan tingkat pengangguran di Jawa Barat pada Agustus 2023 sebesar 0,24 juta orang dibandingkan periode yang sama pada 2022.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat terjadi penurunan tingkat pengangguran di Jawa Barat pada Agustus 2023 sebesar 0,24 juta orang dibandingkan periode yang sama pada 2022.

Kepala BPS Jawa Barat Marsudijono menjelaskan struktur ketenagakerjaan di Jawa Barat saat ini adalah 38,18 juta orang penduduk usia kerja dimana 25,39 juta orang angkatan kerja dan 12,79 juta orang bukan angkatan kerja. 

"Nah dari angkatan kerja ini dipecah lagi jadi dua, yang bekerja 23,50 juta orang dan pengangguran 1,89 juta orang," ungkap dia, Senin (6/11/2023). 

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat meskipun ada sinyal pelemahan, tetap mampu menyerap 51.000 orang dan berkurangnya pengangguran sekitar 237.000 orang. 

Selanjutnya, tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jawa Barat juga naik sebesar 0,34% dari 66,15% menjadi 66,49%.

"Artinya pada Agustus 2023, terdapat 66 dari 100 penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi," ungkapnya. 

Tren ini, kata Marsudijono, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Agustus 2022 lalu. 

Ia juga mencatat, penduduk yang bekerja sebanyak 23,50 juta orang, naik sebanyak 0,05 juta orang dari Agustus 2022. 

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah lapangan pekerjaan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,13 juta orang. Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu Industri Pengolahan 0,08 juta orang.

Jika diukur menurut sektor, ia mengatakan penduduk Jawa Barat mayoritas bekerja di pekerjaan informal yakni mencapai 55,15%  yang meningkat 0,54% dibandingkan 2022.

"10,54 juta orang atau 44,85% bekerja pada kegiatan formal, turun sebanyak 0,11 juta orang jika dibandingkan Agustus 2022," jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper