Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Agustus 2023

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pada Agustus 2023, Jawa Barat mengalami deflasi secara m-t-m sebesar 0,05 persen.
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, BANDUNG-- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pada Agustus 2023, Jawa Barat mengalami deflasi secara m-t-m sebesar 0,05 persen.

Kepala BPS Jawa Barat Marsudijono mengatakan deflasi ini merupakan yang ke-2 di 2023 setelah terjadi pada Maret 2023 yakni sebesar 0,18 persen.

"Dari tujuh kota di Jawa Barat, deflasi tertinggi terjadi di Kota Cirebon dan deflasi terendah terjadi di Kota Sukabumi dan Kota Bandung yakni sebesar 0,02 persen," ungkap dia, di Bandung, Jumat (1/9/2023).

Dia menjelaskan, penyumbang utama deflasi (m-t-m) di antaranya dari komoditas Bahan Bakar Rumah Tangga 0,058 persen, diikuti dengan Bawang Merah 0,0453 persen, Telur Ayam Ras 0,0311 persen, Daging Ayam Ras 0,0127 persen dan Minyak Goreng 0,0084 persen.

Sedangkan untuk komoditas yang menyumbang inflasi terbesar di antaranya  Posisi beras ternyata mempunyai andil inflasi cukup besar yakni 0,0383 persen.

"Ini artinya beras menjadi catatan tersendiri untuk pengambil kebijakan supaya laju kenaikan harga beras ini mampu diimbangi dengan penurunan beberapa harga komoditas khususnya di Jawa Barat," ungkapnya.

Selanjutnya dari akademi dan Perguruan Tinggi mengalami inflasi 0,0254 persen karena bulan tersebut dimana Perguruan Tinggi menerima mahasiswa baru. "Biasanya bulan berikutnya melandai," tambahnya.

Kemudian komoditas lain yang juga memberikan andil terhadap inflasi di Jawa Barat adalah Bawang Putih 0,78 persen, Air Kemasan 0,006 persen, Susu Cair Kemasan 0,005 persen.

Sementara itu, secara y-o-y, Agustus 2023 mengalami inflasi sebesar 3,47 persen dan inflasi tahun kalender (y-t-d) sebesar 1,49 persen. Penyumbang utama inflasi yoy di antaranya adalah komoditas bensin, beras, rokok kretek filter, angkutan dalam kota dan sewa rumah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper