Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setahun Terakhir, 3.500 Warga Miskin di Jabar Berkurang Setiap Minggu

Jawa Barat mampu menekan angka kemiskinan dan kini menyentuh angka 7 persen lebih.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. istimewa

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat jumlah kemisikinan di provinsi itu turun sebanyak 182.000 orang selama setahun terakhir.

Dalam kesempatan Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat) Edisi 20 dengan tema 'Lima Tahun Pembangunan Jabar Juara', Ridwan Kamil menuturkan kini 182.000 warga Jabar sudah tidak lagi berstatus miskin.

"Kemiskinan di Jabar setahun terakhir turun 182.000 orang," ujar Ridwan Kamil dikutip Minggu (20/8/2023).

Turunnya ratusan ribu warga miskin dalam setahun apabila dibagi ke dalam 52 minggu, maka di Jabar per minggu status miskin 3.500 warga hilang atau naik status ke lebih sejahtera. 

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan walaupun anggaran dari pemerintah pusat tidak sebesar provinsi lain di Pulau Jawa, namun Jabar mampu menekan angka kemiskinan dan kini menyentuh angka 7 persen lebih.

Provinsi besar lainnya di Jawa angka kemiskinannya masih tinggi dari Jabar padahal Dana Bagi Hasil dari pusat lebih besar ketimbang Jabar.

"Jabar dibanding provinsi besar lain di Pulau Jawa walaupun dengan ketidakadilan fiskal tingkat kemiskinannya paling rendah tujuh koma sekian persen. [Provinsi] yang lain masih sembilan koma bahkan dua digit. Artinya dengan uang terbatas saja kami bisa luar biasa," kata Ridwan Kamil.

Turunnya angka kemiskinan di Jabar berkat keberhasilan sederet program yang muaranya pada peningkatakan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur mengungkapkan, dana zakat yang dikelola oleh Baznas Jabar setiap tahunnya selalu meningkat. Realisasi dana umat tahun lalu dari target Rp1,6 triliun meningkat jadi Rp2,5 triliun.

"Dana zakat kita ditargetkan Rp1,6 triliun realisasinya malah lebih menjadi Rp2,5 triliun. Makanya target tahun 2023 ini adalah Rp3,7 triliun. Kemana uangnya, ya kembali ke umat," ujarnya.

Gubernur menginstruksikan penggunaan dana zakat tidak hanya memberikan uang kepada kaum duafa tetapi juga dibikin fasilitas dan kewirausahaan. Optimalisasi dana zakat tersebut yang menjadi salah satu faktor penurunan angka kemiskinan di Jabar.

"Zakat saya geserkan, Baznas saya suruh tidak ngasih duafa uang tapi bikin fasilitas juga. Sebanyak 5.018 bisnis baru tahun ini lahir di pesantren-pesantren. Itu adalah program ekonomi keumatan," kata Ridwan Kamil. 

Kang Emil tak memungkiri, sejumlah pekerjaan rumah pembangunan masih ada selama lima tahun kepemimpinannya karena pembangunan sudah barang tentu tidak ada kata selesai. 

Namun demikian di era kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, target-target pembangunan sudah tercapai di 16 hari sebelum jabatannya berakhir, tepatnya 5 September 2023.

"Hasilnya saya meninggalkan Jabar dengan kondisi gemah ripah repeh rapih. PR memang masih ada, jadi saya tidak bisa mengklaim pembangunan sudah selesai," kata dia.
 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper