Ridwan Kamil: Jawa Barat Butuh 20 Rumah Sakit Baru

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat kebutuhan rumah sakit baru di wilayahnya masih terbiilang tinggi.
Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit./Istimewa
Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit./Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat kebutuhan rumah sakit baru di wilayahnya masih terbiilang tinggi, karena itu pihaknya menggelar karpet merah bagi investor yang akan membangun rumah sakit.

Ridwan Kamil mengatakan jumlah rumah sakit di Jawa Barat belum sepenuhnya merata padahal pelayanan kesehatan di daerah juga sangat dibutuhkan.

“Rumah sakit kita masih kurang 20-25 rumah sakit,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Kamis (16/3/2023).

Menurutnya saat ini BUMD Jabar PT Jasa Sarana sudah menggandeng Permata Rumah Sakit dan Dompet Dhuafa untuk membangun rumah sakit baru. Dia berharap pembangunan ini bisa mengisi kekurangan rumah sakit di daerah. “Jangan semua terkonsentrasi di Kota Bandung,” ujarnya.

Kerja sama pembangunan rumah sakit nantinya akan memakai sejumlah skema. Pertama, Jasa Sarana akan menyediakan lahan sebagai aset kerjasama lalu pembangunan fisik dilakukan oleh Permata atau Dompet Dhuafa. 

“Bisa juga Jasa Sarana punya permodalan sendiri, makanya ada Bank BJB sebagai mitra juga dihadirkan, bisa penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menguatkan arus kas dari Jasa Sarana lebih akseleratif,” tuturnya.

Komisaris PT Daya Dinamika Media Ismail Agus Said mengatakan grup bisnis sosial kesehatan Dompet Dhuafa tersebut akan menggandeng Jasa Sarana untuk membangun rumah sakit mata wakaf pertama di Jawa Barat. 

Pihaknya sendiri sudah membangun tujuh rumah sakit di Jawa Barat, Jawa Timur hingga Lampung, berharap pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Cisaranten, Kota Bandung tersebut juga terakselerasi.

“Ini rumah sakit wakaf pertama, kami mulai dari satu dulu,” ujarnya.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Indrawan Sumantri mengatakan pihaknya membidik lima lokasi untuk pembangunan rumah sakit dengan basis lahan milik BUMD dan Swasta juga pemerintah kabupaten/kota.

“Untuk rumah sakit wakaf dan mata ada di lokasi milik Jasa Sarana dengan luasan 4.000 meter persegi,” katanya.

Pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Aspen Docta Australia guna membentuk perusahaan patungan yakni PT Sanusa Medika Hospitals. Adapun nota kesepahaman yang baru dilakukan oleh PT Jasa Sarana terkait dengan rumah sakit bersama RS Permata Group dan PT Daya Dinamika Medika milik Dompet Dhuafa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper