Produksi Garam Kabupaten Cirebon Terus Merosot

Cuaca buruk yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir ditengarai sebagai biang kerok permasalahan tersebut.
Pekerja tampak beraktivitas di sentra produksi PT Garam (Persero) /Dok. PT Garam
Pekerja tampak beraktivitas di sentra produksi PT Garam (Persero) /Dok. PT Garam

Bisnis.com, CIREBON - Produksi garam di Kabupaten Cirebon semakin tidak memuaskan. Cuaca buruk yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir ditengarai sebagai biang kerok permasalahan tersebut. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi garam di Kabupaten Cirebon sepanjang 2022 hanya sebesar 908 ton. Angka tersebut lebih dibandingkan tahun 2021 sebanyak 1.203 ton. 

Daerah produksi garam terbanyak di kabupaten tersebut yakni Kecamatan Pangenan dengan hasil 400 ton. Kemudian, Kecamatan Kapetakan menjadi daerah terbanyak dengan hasil 285,7 ton.

Petani garam, Ismail Marzuki mengatakan nasib petani kian tidak menentu. Anomali iklim yang terjadi membuat ia harus tepuk jidat lantaran terus mengalami gagal panen sepanjang 2022.

Cuaca buruk tersebut, membuat curah hujan tinggi dan beberapa kali terjangan banjir rob. 

"Harusnya musim kemarau tahun kemarin para petani di Pangenan bisa melakukan panen. Namun, musim kemarau singkat membuat proses penggaraman menjadi rusak," kata Ismail kepada Bisnis.com, Kamis (16/3/2023). 

Ismail mengatakan, sepanjang 2023 ini tidak ada yang melakukan produksi garam. Sehingga, petani tak memiliki cadangan garam untuk dijual. 

"Tahun ini juga parah, belum produksi aama sekali. Padahal, harga garam saat ini Rp3.000 ribu per kilonya dan itu sangat bagus," kata Ismail. 

Akibat hal tersebut, sebagian petani garam di wilayah timur Kabupaten Cirebon ini terpaksa melakukan alih profesi menjadi petani bawang atau jenis sayur lainnya. 

Sebagian petani lainnya, kata Ismail, terpaksa mengambil pekerjaan serabutan di luar Kabupaten Cirebon. "Aktivitas mencari uang harus berjalan, masa harus menunggu garam saja," kata Ismail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper