Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pupuk Kujang Pastikan Kebutuhan Petani untuk Musim Tanam April-September Terpenuhi

PT Pupuk Kujang memastikan kebutuhan pupuk untuk petani di wilayah Jabar dan Banten bisa terpenuhi di musim tanam April-September nanti.
Pupuk Kujang
Pupuk Kujang

Bisnis.com, KARAWANG - PT Pupuk Kujang memastikan kebutuhan pupuk untuk petani di wilayah Jabar dan Banten bisa terpenuhi di musim tanam April-September nanti.

Anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) tersebut telah menyiapkan pupuk bersubsidi sebanyak 98.921,3 ton.

"Stok pupuk tersebut sesuai dengan ketentuan minimum yang diatur pemerintah. Terdiri dari, urea sebanyak 56.333 ton dan NPK sebanyak 42.387 ton. Stok pupuk tersebut, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama beberapa minggu kedepan," ujar VP Komunikasi Perusahaan Pupuk Kujang Andi Komara, Kamis (9/3/2023). 

Adapun rincian dari stok pupuk bersubsidi tersebut, kata Andi, untuk di Jawa Barat mencapai 87.942 ton, terdiri dari urea sebanyak 49.481 ton dan NPK sebanyak 38.461 ton. Kemudian, stok pupuk bersubsidi di Banten mencapai 10.778 ton. Terdiri dari urea 6.852 ton dan NPK sebanyak 3.926 ton. 

Seluruh pupuk subsidi ini merupakan hak petani yang telah memenuhi persyaratan yang diatur dalam Permentan nomor 10 tahun 2022. 

Berdasarkan aturan itu, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian), menggarap lahan maksimal dua hektare, dan menggunakan Kartu Tani (untuk wilayah tertentu). 

Andi menjelaskan, petani dapat menebus pupuk bersubsidi di kios-kios resmi yang telah ditentukan untuk melayani kelompok tani setempat. 

"Perlu diketahui, Permentan Nomor 10 Tahun 2022 juga menetapkan sembilan komoditas saja yang mendapat pupuk bersubsidi, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi. Sembilan komoditas ini merupakan komoditas pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi sehingga komoditi yang lain tidak lagi mendapat alokasi," jelas dia.

Sebagai bentuk optimalisasi distribusi, tambah dia, Pupuk Indonesia telah memanfaatkan Distribution Planning and Control System (DPCS). Teknologi informasi ini merupakan sistem terintegrasi yang didesain untuk melakukan kontrol rantai pasok distribusi pupuk subsidi secara optimal.

Melalui aplikasi tersebut, Sistem DPCS Pupuk Indonesia tersebut didukung oleh jaringan distribusi yang luas. Diantaranya 4 unit pengantongan, 6 unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk, 600 gudang penyangga dan distributor. 

"Datanya realtime, jadi kami dapat memantau stok pupuk subsidi mulai dari lini produksi hingga ke tingkat distributor," pungkasnya. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Asep Mulyana
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper