Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ridwan Kamil Serukan Jabar Tolak Impor Beras

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Jawa Barat mengalami surplus beras hingga 1,5 juta ton.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  12:36 WIB
Ridwan Kamil Serukan Jabar Tolak Impor Beras
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan menolak impor beras ke Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan karena wilayahnya merupakan salah satu lumbung padi nasional.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Jawa Barat mengalami surplus beras hingga 1,5 juta ton. Kebijakan impor salah satu kebutuhan pokok ke Tanah Pasundan dianggap kurang tepat.

“Memang harga beras saat ini lagi tinggi, tetapi Jawa Barat tolak impor, kalau provinsi lain silahkan,” kata Emil saat ditemui di Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/1/2023).

Emil mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penelusuran terkait kenaikan harga beras. Padahal, wilayah Jawa Barat merupakan salah satu lumbung padi nasional.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah daerah di Jawa Barat untuk sama-sama menolak impor beras. "Indramayu juga jangan sampai mendatangkan beras impor," katanya.

Kementerian Perdagangan sebelumnya menyatakan, 70.000 ton beras impor sudah masuk ke Indonesia.

Jumlah total kuota beras impor yang akan masuk ke tanah air sebanyak 500.000 ton. Namun, hanya akan dilakukan hingga Januari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil impor beras
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top