Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Empat Perusahaan Kuasai Investasi di Ciayumajakuning

Realisasi investasi Ciayumajakuning masih didominasi oleh industri pertambangan dan industri pengolahan.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 18 Januari 2023  |  12:25 WIB
Empat Perusahaan Kuasai Investasi di Ciayumajakuning
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Empat perusahaan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) tercatat menguasai investasi di wilayah timur Jawa Barat.

Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, empat perusahaan tersebut yakni, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan Indramayu, PT Polytama Propindo, PT Taekwang Indonesia, dan PT Sido Agung Agro Prima.

Dalam catatan tersebut, PT KPI RU VI Balongan menanamkan modal sebesar Rp17,18 triliun (2022-2027), PT Polytama Propindo Rp5,03 triliun (2022-2025), PT Taekwang Indonesia Rp42,8 miliar (2022-2025), dan PT Sido Agung Agro Prima Rp83 miliar (2022-2023).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Hestu Wibowo mengatakan realisasi investasi Ciayumajakuning masih didominasi oleh industri pertambangan dan industri pengolahan.

"Realisasi investasi Ciayumajakuning ditopang oleh masih tumbuhnya investasi proyek swasta skala besar yang memberikan multiplier effect ke perekonomian kab/kota Ciayumajakuning," kata Hestu di Kota Cirebon, Rabu (18/1/2023).

Sepanjang 2022, realisasi investasi di wilayah Ciayumajakuning mencapai angka Rp6,04 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari tahun 2021 yang berhasil menembus angka Rp7,2 triliun.

Penurunan nilai investasi terjadi akibat lamanya proses pengurusan izin lingkungan atau analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan persetujuan bangunan gedung (PBG).

"Kendala perizinan dan ketersediaan lahan menahan realisasi investasi Ciayumajakuning," kata Hestu.

Hestu mengatakan, pemerintah di seluruh Ciayumajakuning harus mampu meningkatkan daya saing kemudahan perizinan investasi dan mempercepat revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Kemudian, lanjut Hestu, pemerintah daerah pun harus memberikan bantuan teknologi dan mendukung kebijakan dengan memperhatikan kinerja usaha dan daya beli pekerja.

"Intinya pemerintah daerah harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon investasi
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top