Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

HIPDI Optimistis Industri Dokumentasi Melejit di 2023, Ini Alasannya

Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) optimistis industri dokumentasi di Indonesia akan kembali bangkit pada 2023.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 10 Januari 2023  |  23:02 WIB
HIPDI Optimistis Industri Dokumentasi Melejit di 2023, Ini Alasannya
Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) optimistis industri dokumentasi di Indonesia akan kembali bangkit pada 2023.
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) optimistis industri dokumentasi di Indonesia akan kembali bangkit pada 2023.

Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mengakhiri masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PJ Ketua DPP Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) Piron Faziarani mengatakan sejak pembentukan organisasi tersebut Desember 2019, industri dokumentasi terus berkembang. Baik dari dokumentasi pernikahan, dokumentasi pemerintahan hingga dokumentasi pariwisata.

Meski pernah mengalami kemerosotan order hingga 90 persen pada masa pandemi Covid-19, namun ia meyakini berdasarkan riset yang dilakukan, kemungkinan akan terjadi peningkatan bisnis dokumentasi hingga 70 persen pada triwulan II 2023 dan diperkirakan akan mencapai 200 persen pada akhir 2023.

"Ini karena pada saat pandemi banyak acara yang dipending, sehingga diperkirakan pada 2023 akan terjadi penumpukan acara," ungkap dia di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) HIPDI ke-2 di Bandung, Selasa (10/1/2023).

Untuk itu, ia berharap anggota HIPDI bisa terus mengembangkan bisnis dokumentasi baik dari bentuk maupun pengelolaan.

Melalui HIPDI juga ia berharap akan mewadahi perkembangan industri dokumentasi Indonesia agar bisa menjadi industri kreatif yang berperan aktif dalam perekonomian bangsa serta dapat bersaing dan mampu berkembang hingga ke kancah Internasional.

"HIPDI berperan aktif dalam kemajuan industri dokumentasi, seperti yang kami lakukan selama masa pandemi,"kata Piron.

Dengan mengusung tema “Grow Together as One” penyelenggara mengajak pengusaha dokumentasi seluruh Indonesia untuk berkembang menjadi pengusaha dokumentasi yang maju bersama, kreatif, mandiri serta berwawasan nasional dan internasional.

Acara ini juga dihadiri oleh ratusan pengusaha dokumentasi dari seluruh Indonesia. Kegiatan Munas berlangsung selama dua hari dan diikuti acara workshop di hari kedua.

"Dengan acara Munas kedua diharapkan industri dokumentasi bisa berkembang dan maju bersama,"ujarnya

Piron mengungkapkan HIPDI menjadi jembatan antara pelaku usaha dokumentasi dan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan saran dan masukan agar industri bisa tetap bertahan selama masa pandemi.

"Pemerintah dan HIPDI bisa menjalin kolaborasi untuk saling mengembangkan satu sama lain, baik HIPDI maupun pemerintah akan saling menguntungkan," jelasnya.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah kolaborasi untuk mengembangkan sektor pariwisata.

"Salah satu yang bisa dilakukan adalah mempermudah akses fotografer di aset-aset dan pariwisata daerah, sehingga secara tidak langsung lokasi tersebut akan terpublikasikan," tandasnya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top