Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship, Sekolah di Majalengka Kembangkan Budi Daya Ikan Lele

Tak hanya budi daya ikan lele, sekolah ini juga berinovasi mengembangkan berbagai produk makanan olahan berbahan dasar lele seperti nugget lele, lele crispy.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 09 November 2022  |  20:50 WIB
Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship, Sekolah di Majalengka Kembangkan Budi Daya Ikan Lele
Budi daya ikan lele di sekolah.
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Untuk mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneur siswa, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Bantarujeg, Kabupaten Majalengka mengembangkan budi daya ikan lele.

Tak hanya budi daya ikan lele, sekolah ini juga berinovasi mengembangkan berbagai produk makanan olahan berbahan dasar lele seperti nugget lele, lele crispy, steik dan bakso lele.

Kepala SMAN 1 Bantarujeg Toto Warsito mengungkapkan budi daya ikan lele yang dikembangkan sekolahnya merupakan inovasi yang dihadirkan dalam mendorong dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship terhadap siswa.

"Saya memahami ketika lulus, mereka yang memiliki keinginan dan dukungan berbagai hal dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Tapi di Majalengka tak sedikit juga yang langsung mencari pekerjaan atau bahkan menjadi pengangguran karena tidak memiliki kompetensi. Tantangan itulah yang ingin kita pecahkan bersama dengan pengenalan entrepreneur," ungkapnya, Rabu (9/11/2022).

Menurut Toto, melihat fenomena kondisi tersebut, sebagai kepala sekolah, dirinya pun kemudian dituntut untuk dapat melahirkan inovasi hingga kemudian terpikir untuk mengenalkan dan mendorong jiwa entrepeneurship tersebut kepada siswa melalui budi daya ikan lele dalam ember. 

Pihaknya mendorong para siswa untuk dapat menciptakan produk olahan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga kemudian muncul beberapa produk olahan ikan lele yang telah dihasilkan para siswa. 

"Termasuk dalam pemasaran, kita maksimalkan era digital ini dengan tersedianya sejumlah e-commerce atau platform jualan online. Jadi dari hulu ke hilir," ujar Toto.

Berkaca dari hasil riset di sekolah, Toto menyebut hanya 40 persen dari alumni yang beruntung dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Karena itu, Toto pun merasa harus turut memikirkan 60 persen nasib alumni lainnya melalui pengembangan entrepreneurship. 

"Meskipun tidak seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tapi inovasi saya di SMA ini membekali siswa keterampilan hingga bidang pengolahan dan pemasaran," sebutnya. 

Dia mencontohkan, jika menjual bahan baku ikan lele itu berkisar di harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Namun keuntungan akan melimpah lagi bilamana menjual produk olahan.

"Ketika diolah menjadi bakso atau steik lele, untuk satu kilogram lele itu bisa menjadi 15 bungkus dengan harga jual Rp10.000 untuk satu bungkus. Itu artinya satu kilo ikan lele dapat menghasilkan Rp150.000," paparnya. 

Toto mengaku, inovasi yang dia gagas tak lepas dari motivasi yang terus digulirkan oleh pemerintah, khususnya Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IX Jawa Barat. Bahkan, untuk tingkat SMA/SMK/SLB yang ada di Jawa Barat, harus membuat program laporan kinerja harian, bulanan, hingga tahunan.

"Artinya, kita memang difasilitasi untuk terus berkarya dan guru-guru juga begitu, sehingga iklim berinovasi dan berprestasi sudah menjadi kebutuhan," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dinas pendidikan entrepreneur majalengka
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top