Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Kasus Covid-19 Jabar Masih Dominan di Bodebek

Wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) masih jadi wilayah yang tertinggi peningkatan kasus Covid-19 di Jabar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 02 Agustus 2022  |  18:21 WIB
Kenaikan Kasus Covid-19 Jabar Masih Dominan di Bodebek
Antigen kit

Bisnis.com, BANDUNG - Wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) masih jadi wilayah yang tertinggi peningkatan kasus Covid-19 di Jabar.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan kondisi ini tercatat sejak terjadinya peningkatan kasus dari beberapa hari kemarin.

"Wilayah tertinggi masih di Bodebek. Jadi kontribusi tertinggi ini masih dari Bodebek di angka 75 persen, lalu sisanya Bandung Raya," katanya di Bandung, Selasa (2/8/2022).

Setiawan mengatakan, dalam dua minggu terakhir, kasus yang terkonfirmasi di Jabar rata-rata 900-1.000. Namun, peningkatan ini dirasakannya terjadi tidak hanya di Jabar, provinsi lain turut mengalami peningkatan serupa.

"Saya lihat, kejadian ini bukan hanya di Jabar, tetapi di dunia pun sama. Dan saya lihat, indikator-indikator di Jabar kesiapannya BOR masih tidak lebih dari tiga persen. Artinya, sangat terkendali," ungkapnya.

Namun pihaknya memastikan kondisi masih terkendali jika mengacu pada data Juni 2021 dimana BOR rumah sakit dari kasus Covid-19 di Jabar pernah menyentuh angka di atas 60 persen.

"Tetapi yang lebih penting lagi supaya tidak kasus harian bertambah, mau tidak mau protokol kesehatannya harus kita galakkan lagi," katanya.

Setiawan menambahkan, kasus yang terkonfirmasi saat ini juga tidak terlalu fatal seperti awal Omicron dulu. Penanganannya juga kini sudah lebih mudah dibandingkan sebelum-sebelumnya.

"Artinya, dia cukup isoman. Dan saya melihat pun sekarang isomannya di rumah. Seupaya mungkin semasa isoman itu dilakukan dengan baik, karena sangat efektif ketika 7-10 hari isoman maka bisa menjadi negatif," katanya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan pada kabupaten dan kota untuk turut memantau perkembangan virus mutasi Omicron ini.

"Apabila ada suatu kasus dengan gejala yang cukup atau sedang/berat, segera lapor sehingg bisa dicek di Labkesda kita apakah ada varian tertentu yang tidak kita bisa deteksi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top