Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Bencana, Jawa Barat Masifkan Penghijauan di Lahan Kritis

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus bergerak cepat dalam menghijaukan lahan kritis guna mengantisipasi terjadinya bencana alam hidrologis.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  16:35 WIB
Antisipasi Bencana, Jawa Barat Masifkan Penghijauan di Lahan Kritis
Hutan Mangrove. - KKP

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus bergerak cepat dalam menghijaukan lahan kritis guna mengantisipasi terjadinya bencana alam hidrologis yang kerap menimpa beberapa wilayah Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, dalam masa kepemimpinannya selama tiga tahun sudah menanam 55 juta pohon guna mengatasi bencana alam seperti banjir dan longsor.

"Pemda Provinsi Jawa Barat dalam tiga tahun sudah menanam lebih dari 56 juta pohon untuk mengatasi hal-hal seperti itu, dan akan terus kita lakukan," kata Ridwan Kamil, dikutip Kamis (28/7/2022).

"Penanaman mangrove khususnya di laut utara Jabar juga dilakukan karena ada ratusan hektare lahan Jabar yang hilang oleh air laut, serta dilakukan pula upaya-upaya edukasi lainnya," ujar pria yang kerap disapa Kang Emil.

Proses menjaga lingkungan memang menjadi permasalahan bersama. Oleh karena itu ia meminta warga untuk saling bahu-membahu menjaga lahan agar tetap lestari.

"Oleh karena itu kepada masyarakat, mari kita hijaukan lahan-lahan yang terlihat kering. Laporkan kepada Pemprov Jabar kalau menemukan ada wilayah bukit yang gundul. Nanti penanaman bibit bisa kita lakukan," imbau Kang Emil.

"Tentunya ini butuh kolaborasi karena lingkungan bukan hanya urusan negara, melainkan urusan seluruh masyarakat," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top