Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Kuwat, Cara Pupuk Kujang Bantu IRT Bisa Berpenghasilan

VP Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pupuk Kujang Agung Gustiawan menuturkan selama ini perusahaannya telah menggulirkan program Kujang Wanita Tanggih (Kuwat) yang merupakan salah satu program CSR.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  14:29 WIB
Program Kuwat Pupuk Kujang - Istimewa
Program Kuwat Pupuk Kujang - Istimewa

Bisnis.com, KARAWANG - PT Pupuk Kujang Cikampek mengadakan pelatihan untuk para ibu rumah tangga khususnya yang ada di Kecamatan Cikampek supaya mereka bisa produktif.

VP Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pupuk Kujang Agung Gustiawan menuturkan selama ini perusahaannya telah menggulirkan program Kujang Wanita Tanggih (Kuwat) yang merupakan salah satu program CSR. Program Kuwat sendiri, lebih menitik beratkan pada pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga supaya lebih produktif lagi.

"Tujuan dari program ini, yakni untuk mendorong para ibu yang awalnya tak memiliki penghasilan menjadi lebih produktif dan punya daya saing tinggi," ujar Agung dalam keterangannya, Minggu (29/5/2022).

Adapun program Kuwat ini, lanjut dia, lebih menyasar masyarakat di sekitar perusahaan untuk dibina dan diberdayakan hingga mereka bisa mandiri. Sasaran utamanya adalah ibu rumah tangga (IRT) yang tak punya penghasilan namun memiliki keinginan untuk bewirausaha.

"Tahun ini, pelatihan dalam program Kuwat itu bagaimana para IRT ini bisa membuat tas cantik yang bernilai ekonomis," kata Agung.

Agung menjelaskang, pelatihan membuat tas cantik telah digelar sejak 23 hingga 25 Mei kemarin. Dalam program kali ini, diikuti sedikitnya 20 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Cikampek khususnya.

Sementara itu, Maisya Bani yang tak lain merupakan inisiator program Kuwat menambahkan, pelatihan yang disupport oleh Pupuk Kujang ini telah dilakukan secara kontinyu setiap tahunnya. Adapun program Kuwat ini sudah berjalan selama dua tahun.

"Sebelumnya kita berikan pelatihan membuat pakaian, sprei, bed cover hingga aksesoris, kali ini kita berikan pelatihan membuat tas cantik. Semua peserta, kini punya keterampilan laiknya profesional. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri dengan penuh keterampilan," ujar Maisya.

Nurrohmah, 45, warga Desa Dawuan Tengah mengaku, setelah mendapat pelatihan dari program Kuwat akhirnya bisa menambah penghasilan. Saat ini, ia bahkan bisa membantu perekonomian rumah tangga setelah pekerjaan suaminya kurang stabil saat pandemi.

"Saat itu, saya mengikuti pelatihan menjahit. Kini banyak orderan menjahit, dan tentunya bisa membantu perekonomian rumah tangga, bahkan bisa membantu biaya sekolah anak yang ingin masuk pesantren ke Gontor. Padahal dulu sempat tidak punya penghasilan," katanya. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kujang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top