Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik Lancar, Ekonomi Jabar Moncer

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Jawa Barat Ade Rohman mengatakan aktivitas mudik lebaran yang sudah 2 tahun ditiadakan berimbas pada meningkatnya transaksi di masyarakat yang signifikan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  19:48 WIB
Ekspos kinerja APBN Jawa Barat periode April 2022.
Ekspos kinerja APBN Jawa Barat periode April 2022.

Bisnis.com, BANDUNG - Pelonggaran mudik lebaran Idulfitri 1443 Hijriah lalu sukses mendongkrak pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Jawa Barat Ade Rohman mengatakan aktivitas mudik lebaran yang sudah 2 tahun ditiadakan berimbas pada meningkatnya transaksi di masyarakat yang signifikan.

Yang paling terlihat kata dia adalah daya beli masyarakat mulai membaik baik hampir di seluruh sektor menyambut hari besar umat muslim tersebut.

"Dengan adanya mudik mendorong masyarakat untuk berbelanja," kata dia di Kantor Wilayah DJP Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (27/5/2022).

Hal ini mendorong berlanjutnya tren positif perekonomian Jawa Barat yang sudah terjadi pada triwulan I 2022 lalu yakni perekonomian Jawa Barat tumbuh 5,61 persen.

Tren ini kata Ade harus terus dijaga dengan adanya risiko eksternal. Salah satunya adalah lonjakan inflasi global.

"Daya beli masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang rentan terganggu," jelasnya.

Menurut Ade, meski pandemi Covid-19 sudah mulai melandai, serta pelonggaran aktivitas usaha sudah dilakukan, namun dampak terhadap perekonomian masih harus dipulihkan.

Terlebih kata dia, saat ini terjadi fluktuasi harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya memastikan kucuran bantuan sosial kepada masyarakat akan tetap dilakukan.

Sementara itu, realisasi belanja di Jawa Barat hingga akhir April 2022 mencapai Rp33,39 triliun, 30,22 persen dari target APBN 2022.

Ia merinci, alokasi belanja meliputi belanja pemerintah pusat Rp10,90 triliun atau 24,82 persen dari target APBN 2022 dengan presentasi kontraksi 2,51 persen.

Sementara untuk realisasi pendapatan Negara dan hibah di Jawa Barat mencapai Rp49,28 triliun atau 41,82 persen dari target APBN tahun 2022.

Capaian tersebut lebih tinggi Rp12,82 triliun dari periode yang sama tahun lalu, melanjutkan tren kinerja positif yang terjadi pada bulan Maret 2022.

"Dari sisi pertumbuhannya, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah di Jawa Barat tumbuh 35,16 persen years on years (yoy)," katanya.

Penerimaan Pajak sampai dengan April 2022 ditopang oleh lima sektor dominan yang menyumbang 79,94 persen penerimaan pajak Provinsi Jawa Barat yakni sektor industri pengolahan dan perdagangan yang tumbuh double digits dimana kinerjanya didorong oleh peningkatan produksi, ekspor dan impor, serta konsumsi akibat pulihnya permintaan global dan domestik dimana masing-masing tumbuh 48,06 persen (yoy) dan 19,59 persen (yoy).

Sektor Kegiatan Jasa Lainnya tumbuh sebesar 5,33 persen, Sektor Real Estat kinerjanya didorong oleh pertumbuhan aktivitas konstruksi yang tumbuh 3,81 persen (yoy). Selain itu, kinerja sektor Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh positif sebesar 3,15 persen karena peningkatan setoran PPh 21, profitabilitas mulai membaik. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi Mudik Lebaran
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top