Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dikawal Luhut, Ini Data Terbaru Soal Minyak Goreng di Jawa Barat

Disperindag Jabar mencatat kebutuhan minyak goreng per minggu di provinsi tersebut mencapai 1.729.685 liter. Kebutuhan ini merupakan data total yang diberikan seluruh dinas yang mengurusi bidang perdagangan di 27 kabupaten/kota.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 Mei 2022  |  14:17 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan langsung menggelar rapat koordinasi terkait kondisi minyak goreng curah di Jawa dan Bali awal pekan ini.

Lalu, bagaimana kondisi minyak goreng terbaru di Jawa Barat pekan ini? Bisnis mensarikan paparan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat dalam rapat koordinasi dengan Menko Luhut.

Disperindag Jabar mencatat kebutuhan minyak goreng per minggu di provinsi tersebut mencapai 1.729.685 liter. Kebutuhan ini merupakan data total yang diberikan seluruh dinas yang mengurusi bidang perdagangan di 27 kabupaten/kota.

Kebutuhan 1,7 juta liter ini terdiri dari kebutuhan minyak goreng kemasan sebanyak 1.002.053 liter, kemudian kebutuhan minyak goreng curah 727.182 liter.

Hingga Mei 2022, Disperindag Jabar mencatat pasokan minyak goreng curah melebihi target. Untuk kebutuhan minyak goreng curah sebesar 10.607 ton atau 11.370.704 liter realisasinya mencapai 26.153 ton atau 28.036.016 liter dengan kata lain membanjiri pasar sebesar 246.56 persen!

Sementara harga rata-rata minyak goreng curah di sejumlah daerah Jawa Barat mencapai Rp19.495 per liter. Kabupaten Ciamis menjadi daerah yang menjual minyak goreng curah terendah dengan harga rata-rata Rp15.500. Kemudian Sumedang terpantau menjadi daerah yang menjual minyak goreng curah dengan harga paling tinggi yakni Rp22.000 per liter.

Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Panjaitan dalam arahannya menggatakan, stok minyak goreng untuk dalam negeri sudah lebih dari cukup. Jadi tidak ada alasan harga minyak goreng naik, atau lebih dari Rp14 ribu per liter.

"Pengawasan distribusi harus terus dilakukan oleh jajaran Satgas Pangan dan Kapolres beserta jajaranya. Kami juga meminta Pemda dan dinas terkait bekerjasama dengan Kepolisian untuk sama-sama mengawasi harga minyak goreng di lapangan," kata Luhut.

Dalam rakor tersebut, setiap Kepala Daerah di Jawa dan Bali juga memaparkan kondisi ditiap provinsi terkait ketersediaan dan harga minyak goreng curah.

Kepala Daerah dan Satgas Pangan juga diminta mengecek secara rinci ketersediaan dan harga minyak goreng curah di pasar-pasar ditiap kabupaten dan kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top