Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sukses Diterapkan, Sawah dengan Pendekatan IP400 di Kota Bandung Surplus Panen

Jika biasanya sebuah lahan pertanian hanya bisa ditanam dan dipanen tiga kali dalam setahun, dengan pendekatan ini, para petani bisa menanam dan memanen hingga empat kali.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  16:58 WIB
Panen raya padi di sawah yang menerapkan pendekatan (treatment) IP400 di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. - Humas Bandung
Panen raya padi di sawah yang menerapkan pendekatan (treatment) IP400 di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. - Humas Bandung

Bisnis.com, BANDUNG - Panen raya padi di sawah yang menerapkan pendekatan (treatment) IP400 di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung surplus panen.

Jika biasanya sebuah lahan pertanian hanya bisa ditanam dan dipanen tiga kali dalam setahun, dengan pendekatan ini, para petani bisa menanam dan memanen hingga empat kali. Dari segi hasil pun dalam satu kali masa panen menghasilkan sekitar 8 ton padi. Angka tersebut naik dari kisaran 6-7 ton padi yang biasa dipanen.

Asisten Daerah I Bidang Perekonomian Kota Bandung Eric M. Attauriq menyambut positif panen raya ini. Ini bisa menjadi momentum terwujudnya ketahanan pangan di Kota Bandung.

“Hari ini menjadi hari bersejarah. Di tengah bangunan tinggi dan aspal beton, Kota Bandung bisa menggelar panen raya padi,” ucap Eric, Rabu (18/5/2022).

Berkaca pada keterbatasan lahan pertanian, Pemkot Bandung sebelumnya pernah menggalakan konsep mandiri pangan melalui Urban Farming dan Buruan Sae.

“Dengan Buruan Sae yang terintegerasi serta gerakan Kang Pisman, kami coba menciptakan kemampuan sendiri untuk memenuhi konsumsi keluarga,” terang Eric.

Ia juga menyambut baik gagasan pendekatan IP400 dalam proses menanam padi. Ia berharap, pendekatan IP400 (atau pendekatan serupa) bisa diaplikasikan di komoditas lain.

“Semoga panen ini bisa membawa peningkatan kesejahteraan atau membawa pencerahan, bahwa profesi petani dapat diandalkan di tengah Kota Bandung sebagai metropolitan,” katanya.

Senada dengan Eric, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar berharap aktivasi panen raya padi ini dapat menjadi semangat baru bagi ketahanan pangan di Kota Bandung.

“Ini jadi semangat baru bagi Kota Bandung. Pecapaian ini terjadi berkat kolaborasi Pemkot Bandung dengan berbagai pihak,” kata Gin Gin.

Ia menjelaskan, bakal ada 70 hektare lahan di Kota Bandung yang akan ditanami padi dengan pendekatan IP400. Seluruh area ini disebar di 5 titik Kota Bandung.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Usaha Tani Kelurahan Rancasari Asep Suryana mengaku pendekatan IP400 dalam proses menanam padi ini menguntungkan bagi kalangan petani seperti dirinya.

Ia berharap program ini terus berkesinambungan dan tidak terputus di tengah jalan.

“Sangat bangga dengan hasil panen ini. Biasanya 3 kali panen, sekarang 4 kali. Sangat terasa pengaruhnya,” kata Asep.

Selain kualitasnya bersaing dengan padi yang ditanam di lahan pedesaan, kuantitas padi hasil pendekatan IP400 ini juga disebut Asep lebih banyak.

“Biasanya 6 ton, sekarang 8 ton per hektare. Ada peningkatan,” ucapnya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi padi pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top