Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Sebaran PMK, Purwakarta Tolak Kiriman Ternak dari Luar

Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta Teddy Sudia menuturkan dinasnya telah menerjunkan petugas untuk mengintensifkan pengawasan hewan ternak.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  17:23 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PURWAKARTA – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta memaksimalkan pengawasan guna mengantisipasi penularan virus yang menjadi penyebab penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta Teddy Sudia menuturkan dinasnya telah menerjunkan petugas untuk mengintensifkan pengawasan hewan ternak, baik itu yang ada di kandang-kandang milik masyarakat ataupun yang dijual di pasar hewan.

"Kita upayakan langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut masuk ke wilayah kita. Apalagi, kebanyak hewan ternak di kita itu merupakan kiriman dari luar kabupaten," ujar Teddy kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Teddy menjelaskan, hasil pantauannya sejauh ini belum terdeteksi adanya penyebaran PMK di wilayahnya. Meski begitu, pemeriksaan hewan ternak tetap akan dilakukan, bahkan pengawasan akan lebih ditingkatkan.

"Sebagai langkah antisipasi, sementara ini kami melarang masuknya hewan ternak dari luar Purwakarta jika tidak dilengkapi dengan surat keterangan sehat dan surat rekomendasi," tegas dia.

Teddy menuturkan, saat ini dinasnya tengah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan ternak. Termasuk dengan jajaran kepolisian.

Tak hanya itu, pihaknya pun menggencarkan sosialisasi kepada para penyuluh di setiap kecamatan untuk mengoptimalkan monitoring hewan ternak, baik jenis sapi, domba ataupun kambing di wilayah Purwakarta.

Teddy sedikit menjelaskan mengenai gejala umum pada hewan ternak yang terinfeksi PMK. Menurut dia, ciri-cirinya ialah adanya luka pada lidah, gusi, hidung dan bagian mulut. Virus ini, pada umumnya memang menyerang hewan ternak yang berkuku genap.

"PMK ini menyerang hewan ternak yang kuku genap, seperti sapi, kuda, kambing, dan domba. Jika melihat hewan ternak yang gejalanya seperti yang disebutkan di atas itu, segera laporkan ke kami," tambah dia.

Teddy berpesan kepada seluruh peternak hewan supaya lebih waspada terhadap PMK. Menurutnya, jika ingin membeli hewan ternak dari luar Purwakarta diusahakan agar mendapatkan surat keterangan sehat hewan dari daerah asal dan sudah dalam pengecekan darah dari lab sebagai jaminan.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Suhardi Hery Haryanto juga telah memerintahkan seluruh kapolsek dan bhabinkamtibmas yang ada untuk turun ke lapangan guna mengantisipasi penyakit hewan yang tengah merebak di beberapa kabupaten di Indonesia itu.

"Polres Purwakarta siap membantu Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta sebagai leading sektor terkait adanya penyakit mulut dan kuku hewan ternak. Kami siap membantu dinas terkait melakukan pengecekan ketat terhadap perdagangan hewan ternak agar penyakit ternak tersebut tidak terjadi di Kabupaten Purwakarta," ujar Hery.

Dalam hal ini, Hery juga meminta seluruh jajarannya di Polsek untuk membantu mantri-mantri hewan dengan memberikan penyuluhan dan memantau kondisi kesehatan hewan milik warga serta memberikan laporan kalau memang ada hewan ternak dengan gejala PMK. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top