Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMKM Fesyen Unjuk Gigi, 5 Brand Pamer Produk di Friendship Festival

Pertumbuhan usaha nikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bandung terus menggeliat, salah satunya yang terjadi pada sektor UMKM fesyen yang terus menunjukkan tren positif.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  21:27 WIB
Kolaborasi dari lima brand fesyen dalam pameran dan bazar bertajuk Friendship Festival.
Kolaborasi dari lima brand fesyen dalam pameran dan bazar bertajuk Friendship Festival.

Bisnis.com, BANDUNG - Pertumbuhan usaha nikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bandung terus menggeliat, salah satunya yang terjadi pada sektor UMKM fesyen yang terus menunjukkan tren positif.

Hal tersebut terlihat dalam kolaborasi dari lima brand fesyen dalam pameran dan bazar bertajuk Friendship Festival.

Lima brand yang terlibat adalah Deenay milik Trini Midiati Yuniar; Maima, milik Irma Sari Yudawinata dan Winda Mariska Aurora; Jenna&Kaia milik Lira Krisnalisa.

Lalu, Monel milik Dessy Mayasari, Irma Mariam, Minna Mekkarina, R. Lina Rooslina, Tintin Sutiarsih; dan Nadjani, Nadya Rizki Amatullah.

Acara tersebut digelar selama tiga hari di Hotel Malaka, Kota Bandung, dimulai pada Senin (28/3/2022) kemarin.

Trini Midiati Yuniar mengatakan Friendship Festival merupakan hasil diskusi dengan para pemilik brand, melanjutkan kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun-tahun lalu sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Awal pandemi kami bikin bazar kecil-kecilan, responsnya baik. Dari bazar itu kami sepakat melakukan event to the next level dan berkesinambungan makanya ada Friendship Festival," kata dia, Selasa (29/3/2022).

"Ke depan kami ingin mensupport brand lain, sehingga owner bisa bertemu dengan dengan reseller, jastiper, pecinta brand," ia melanjutkan.

Mereka optimistis industri fashion bisa meningkat, terlebih pandemi sudah melandai seiring vaksinasi terus meluas.

"Dua tahun sebelumnya perekonomian menurun dan berpengaruh pada bisnis. Sekarang sudah membaik, bahkan pemerintah menyebut menuju endemi," ucap Irma Sari.

Sementara itu, Irma Mariam menyatakan optimismenya jelang bulan Ramadhan tahun ini. Terlebih, pada penyelenggaraan event sebelumnya, transaksi melebihi ekspektasi.

"Harapannya ada peningkatan. Dua minggu sebelum lebaran oeningkatannya mudah-mudahan 30 persen sampai 300 persen," kata dia.

Silvia Permatasari, Funding and Transactional Business Deputi Regional 6 Bandung, Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan industri halal lifestyle berperan mendukung perkembangan perkonomian.

Data kementerian perdagangan, industri fashion muslim pangsa pasar US$11 miliar. Dari jumlah itu, Indonesia berperan di angka US$500 juta.

Berdasarkan data Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) potensi belanja produk fesyen di kalangan konsumen muslim mencapai US$368 miliar pada 2021 jika mengacu pada State of Global Islamic Economy. Namun karena pandemi, hingga Agustus 2021 angkanya baru mencapai US$2,91 miliar atau 0,81 persen.

Meski demikian dengan angka ini Indonesia sudah berada dalam tiga besar di dunia dalam industri fesyen muslim, setelah Uni Emirat Arab dan Turki. Guna meningkatkan angka ekonomi di sektor ini, BSI pun akan terus mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan fesyen muslim.

"Peluangnya masih besar untuk bisa menjadi trend setter dan kiblat muslim di dunia. Potensi ini diproyeksikan bertumbuh dan ber kembang di tahun 2022. BSI bersinergi dengan brand lokal untuk meningkatkan ekosistem halal melalui transaksi," ucap dia.

Untuk meningkatkan sisi penjualan dan konsumsi prodyuk fesyen, BSI memberikan dukungan pada pelaku UMKM dalam bentuk promosi maupun pembiayaan.

"Pemilik produk busana muslim bisa dikategorikan target segmen, karena ada yang masih dalam kategori UMKM dan bisa dapat 500 juta maksimal program KUR (kredit usaha rakyat). Ini bisa masuk dalam bantuan modal kerja," ungkap Silvia. (K34)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm fesyen
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top