Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target PAD 2022, Bapenda Jabar Perkuat Layanan Smart Tax

Pada 2022, Bapenda Jawa Barat ditargetkan meraih pendapatan sebesar Rp31,5 triliun terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp21,3 triliun dan Rp10,1 triliun dari dana transfer pusat. Selebihnya Rp23 miliar berasal dari pendapatan lain.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 Januari 2022  |  15:37 WIB
Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik (berkemeja biru)
Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik (berkemeja biru)

Bisnis.com, BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengakselerasi pembangunan dan pelayanan publik di tahun 2022 yang merupakan tahun pemulihan ekonomi.

Akselerasi ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar baik dari APBD maupun sumber lain. Karena itu dari sisi pendapatan diharapkan bisa mendongkrak dukungan pendanaan.

Pada 2022, Bapenda Jawa Barat ditargetkan meraih pendapatan sebesar Rp31,5 triliun terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp21,3 triliun dan Rp10,1 triliun dari dana transfer pusat. Selebihnya Rp23 miliar berasal dari pendapatan lain.

Target PAD Rp21,3 triliun bersumber dari pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp8,4 triliun dan Bea Balik Nama Kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp5,4 triliun.

Kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik mengatakan guna mencapai target PKB dan BBNK tersebut membutuhkan strategi yang jitu dari Bapenda dan Tim Pembina Samsat.

Dedi mengatakan pihaknya sudah mengagas strategi pencapaian target pendapatan PKB dan BBNKB 2022 melalui Kolaborasi dengan mitra Tim Pembina Samsat yaitu Ditlantas Polda Jawa Barat, Ditlantas Polda MetroJaya dan Kantor Cabang PT Jasa raharja Jawa Barat dalam Rakor Tim Pembina Samsat 2022 yang berlangsung di Hotel The Green Peak, Bogor.

Rakor dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja, Direktur BJB Isa Anwari, 34 Kepala P3D Wilayah Jawa Barat dan 34 Kasatlantas di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Metro Jaya.

Dirlantas Polda Metrojaya Kombespol Sambodo Purnomo mengatakan diperlukan adanya transformasi pelayanan samsat ke depan melalui digitalisasi layanan.

"Kapolri telah melakukan kebijakan ETLE, Electronic Traffic Law Enforcment dan SIGNAL, Samsat Digital Nasional sebagai bentuk transformasi Digital dalam pelayanan kepolisian," katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (30/1/2022).

Sementara Dirlantas Polda Jabar Kombespol Romin Thaib mengemukakan pentingnya data base kendaraan dalam pelayanan ke samsatan.

"Bukan hanya pencapaian target pajak kendaraan yang menjadi proioritas tahun 2022 ini, namun faktor keamanan atau security data perlu menjadi perhatian pelayanan di Samsat," ujarnya.

Kepala bapenda Jabar Dedi Taufik mengemukakan bahwa pendapatan daerah perlu dikelola secara cerdas dengan basis digitalisasi layanan.

"Smart Tax menjadi kebutuhan dalam pengelolaan pendapatan agar target pajak kendaraan dapat tercapai dan dibangun atas kesadaran masyarakat yang tinggi dalam membayar pajak," ujarnya.

Rakor TPS 2022 ini juga menghadirkan para pemateri dari Korlantas Polri, Kombespol Taslim Chairudin, PT Jasa Raharja Dodi Apriansyah dan pemateri dari Bank Indonesia yang memaparkan tentang Elektronifikasi Transaksi Pemerintahan Daerah (ETPD).

“Pertemuan Tim Pembina Samsat merupakan langkah kolaboratif Bapenda, polda Jabar, polda metrojaya dan PT Jasa Raharja untuk pelayanan samsat lebih baik dan berkualitas kepada masyarakat," katanya.

Pihaknya berharap pertemuan ini ditindaklanjuti dengan pertemuan tiga bulanan ke depan selama 2022. "Pajak mu Untuk Jawa Barat mu," pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar pajak kendaraan bermotor
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top