Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Natal, Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama Katolik dan Protestan

Menurut Yana, silaturahmi menjelang hari besar keagamaan adalah suatu kegiatan yang luar biasa. Selama ini telah dilakukan oleh almarhum Wali Kota Bandung Oded M Danial.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  13:43 WIB
Pemerintah Kota Bandung menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama Katolik dan Protestan.
Pemerintah Kota Bandung menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama Katolik dan Protestan.

Bisnis.com, BANDUNG - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, Pemerintah Kota Bandung menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama Katolik dan Protestan.

Sejumlah tokoh agama yang hadir di antaranya Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Kota Bandung Romo Agus OSC dan Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat Kota Bandung (PGIS Kota Bandung) Pdt Yohan Purwanto.

Pada kesempatan tersebut, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana didampingi istri Yunimar Mulyana, dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, serta Siti Muntamah Oded.

Hadir juga Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, Kepala Kemenag Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi, Wakil Ketua Umum MUI Kota Bandung Asep Saeful Muhtadi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung KH Ahmad Suherman, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung.

Menurut Yana, silaturahmi menjelang hari besar keagamaan adalah suatu kegiatan yang luar biasa. Selama ini telah dilakukan oleh almarhum Wali Kota Bandung Oded M Danial.

"Insyaallah kami sebagai penerus, tentu akan melanjutkan kegiatan-kegiatan silaturahmi yang sangat luar biasa ini," katanya, dalam rilis yang diterima Bisnis.com, Jumat (24/12/2021).

Yana mengungkapkan, telah terbit Instruksi Menteri Dalam Negeri yang mengatur terkait penyelenggaraan kegiatan keagamaan, khususnya Natal dan Tahun Baru. Pemkot Bandung menindaklanjutinya dengan menerbitkan peraturan wali kota (Perwal).

Dalam peraturan tersebut lebih mengutamakan kegiatan yang berlangsung secara hybrid agar protokol kesehatan dapat berjalan dengan baik.

"Tanpa mengurangi kehikmatan perayaan natal, kami mohon pengertian dari para pemuka agama dan seluruh umat Kristiani. Pembatasan ini semata-mata untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19," ungkapnya.

"Terutama varian Omicron. Hingga saat ini tidak ada di Kota Bandung dan mudah-mudahan ini tidak masuk ke Bandung," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Kota Bandung Romo Agus OSC menyampaikan tema Natal bersama tahun ini adalah Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan.

"Natal 2021 ini mengingatkan kita untuk saling mengasihi dengan segenap hati, dalam kasih persaudaraan yang tulus dan ikhlas, melalui tindakan bela rasa," katanya.

"Kami umat Katolik di pelosok dunia khususnya di Indonesia dan Kota Bandung dianjurkan untuk menjalin tali silaturahim dengan siapa pun tanpa pandang bulu. Untuk mewujudkan persaudaraan manusia, perdamaian dunia, dan hidup bersama," lanjutnya.

Ia pun berharap silahturahmi jelang perayaan hari keagamaan yang digagas Mang Oded bisa terus berlangsung.

"Semoga dengan adanya acara ini, kita terus menjalin tali silaturahmi. Sehingga Kota Bandung menjadi rumah bersama bagi kita dan tercipta kerukunan, kedamaian dan persaudaraan sejati," harapnya.

Sedangkan Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat Kota Bandung (PGIS Kota Bandung) Pdt Yohan Purwanto mengaku siap menyerukan khotbah tentang kedamaian, kerukunan, Bandung Damai Bandung Rukun.

"Karena kita tentu semua mencintai Kota Bandung. Sehingga segenap gereja terutama di dalam PGIS Kota Bandung akan bersinergi mewujudkan itu semua," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi menyatakan pihaknya sedang gencar menguatkan moderasi (pengurangan kekerasan) beragama.

"Tentu ini harus tersosialisasikan kepada seluruh masyarakat, sehingga tidak ada lagi istilah intoleran, tidak ada lagi istilah radikalisme, tidak ada lagi istilah kekerasan, saling menyesatkan dan saling mengkafirkan," katanya.

"Mudah-mudahan dengan moderasi beragama ini semua pelaksanaan, perjalanan kehidupan beragama di Indonesia khususnya di Kota Bandung bisa terjaga dengan baik, terjaga silaturahminya dengan baik. Sehingga Kota Bandung tercipta sebagai Kota toleransi," harap Tedi. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

natal pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top