Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kajati Jabar Pastikan Pelaku Kekerasan Seksual 12 Santri Juga Salahgunakan Uang Bansos!

Kajati Jabar nantinya akan membuat tuntutan terpisah terkait tindak pidana penyelewengan bansos dan beberapa temuan lainnya.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  15:38 WIB
Kajati Jabar Pastikan Pelaku Kekerasan Seksual 12 Santri Juga Salahgunakan Uang Bansos!
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Oknum guru pemerkosa 12 santriwati di Kota Bandung, HW disebut juga menyalahgunakan uang bantuan untuk Yayasan Pendidikan dan Sosial Manurul Huda untuk kepentingan pribadi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri (Kajati) Jawa Barat Asep N Mulyana setelah dirinya memantau sidang langsung di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (21/12/2021).

"Tidak hanya perbuatan pidana pada anak-anak itu, tapi termasuk penggunaan bansos sekaligus kami tanyakan metode pembelajaran," ujar Asep.

Di persidangan juga dia menanyakan bagaimana peran HW dalam menjalankan Yayasan Pendidikan dan Soaial Manurul Huda. Beberapa pertanyaan yang dilayangkan seperti mekanisme pembelajaran dan kurikukum serta evaluasi tempat pendidikannya.

"Yang bersangkutan mengajukan bansos dan anak-anak itu menerima bansos itu, kemudian ditarik lagi oleh yang bersangkutan untuk kepentingan dia," katanya.

Terkait hal itu, ia memastikan Kajati Jabar nantinya akan membuat tuntutan terpisah terkait tindak pidana penyelewengan bansos dan beberapa temuan lainnya.

"Nanti kami sampaikan lagi pada saat Requisitoir [Surat tuntutan]," kata dia.

Sementara itu, terpisah, pengacara 11 dari 12 korban pemerkosaan santriwati di Bandung, Yudi Kurnia menduga ada sindikat yang membantu terdakwa HW dalam melakukan perbuatan tindakan asusila hingga membuat beberapa korban hamil dan melahirkan anak.

Menurutnya, dalam kasus ini HW diduga tidak bekerja sendiri. Melainkan banyak pihak lain yang seharusnya turut diperiksa untuk memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung.

"Ada sindikat (pembantu HW), dan kedua setelah di pesantren di boarding School hamil ini kan harusnya bisa laporkan istrinya," ujar Yudi di PN Bandung, Selasa (21/12/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemerkosaan pesantren kekerasan seksual
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top