Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga Oktober 2021, DPMPTSP Jabar Terbitkan 3.951 Izin Usaha

Kepala DPMPTSP Jabar Noneng Komara mengatakan jumlah permohonan izin selama Januari-Oktober 2021 terbilang tinggi, dimana ada sejumlah sektor yang angka pengajuannya diatas 500 permohonan.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 28 November 2021  |  14:29 WIB
Kepala DPMPTSP Jabar Noneng Komara
Kepala DPMPTSP Jabar Noneng Komara

Bisnis.com, BANDUNG—Layanan perizinan usaha yang diberikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat tetap tinggi di masa pandemi Covid-19.

Menggunakan sistem layanan online, para pengaju izin tetap diberikan layanan yang optimal.

Kepala DPMPTSP Jabar Noneng Komara mengatakan jumlah permohonan izin selama Januari-Oktober 2021 terbilang tinggi, dimana ada sejumlah sektor yang angka pengajuannya diatas 500 permohonan.

“Dari Januari-31 Oktober 2021 kami mendapatkan permohonan perizinan mencapai 6.115. Yang izin usahanya diterbitkan mencapai 3.951, sementara yang ditolak 285 permohonan,” katanya Jumat (26/11/2021).

Pihaknya merinci permohonan izin usaha yang menjadi kewenangan provinsi paling tidak ada 5 sektor. Pertama, untuk sektor Perhubungan 2.234 permohonan perizinan, kemudian sektor Energi dan Sumber Daya Mineral 2.067 permohonan, sektor Pertanian 613 permohonan perizinan.

Lalu ada sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 499 permohonan. Terakhir, sektor Kelautan dan Perikanan 386 permohonan. “Jumlahnya sampai akhir tahun 2021 diperkirakan akan terus bertambah,” kata Noneng.

Untuk makin mempermudah layanan perizinan, pihaknya juga meluncurkan Jelita atau Jabar Electronic Assistance sesuai Pergub 162/2021 tentang Pendelegasian Kewenangan Perizinan. Menurutnya pihaknya melakukan perubahan Program Simpatik menjadi Jelita untuk mendukung pengelolaan izin Online Single Submission (OSS) yang diampu Pemerintah Pusat sebagai pemenuhan persyaratan.

“Jelita ini untuk mendukung pendelegasian kewenangan perizinan yakni untuk Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU), rekomendasi, dan perizinan non berusaha," katanya.

Sebelumnya, Jawa Barat tak tergoyahkan di peringkat pertama realisasi investasi di Indonesia sepanjang Januari-September 2021 dengan nilai Rp107,23 triliun.

Realisasi ini kembali mendongkrak serapan tenaga kerja di Jawa Barat hingga 87.766 orang yang terserap dari 23.749 proyek.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top