Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

26 Tahun Selalu Gagal Panen, Kini 300 Hektare Sawah di Indramayu Panen Serentak

Data dari pihak Kecamatan Krangkeng menyebutkan, areal lahan pertanian yang memasuki musim panen seluas 136 hektare di Desa Singakerta, dan 164 hektare di Desa Kapringan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  11:58 WIB
Panen raya di Kabupaten Indramayu - Istimewa
Panen raya di Kabupaten Indramayu - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Sudah lebih dari 26 tahun, 300 hektare lahan pesawahan di dua desa di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu selalu gagal panen. Namun, saat ini kondisi berubah lantaran ratusan hektar lahan tersebut bisa menghasilkan kembali padi secara serentak.

Belakangan diketahui, penyebab tidak produktifnya lahan di dua desa tersebut selalu kekurangan air. Faktor air inilah yang menjadi pokok persoalan petani di Desa Singakerta dan Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng. Sehingga pada musim panen gadu atau tanam kedua, petani di wilayah ini seringkali gagal panen.

Data dari pihak Kecamatan Krangkeng menyebutkan, areal lahan pertanian yang memasuki musim panen seluas 136 hektare di Desa Singakerta, dan 164 hektare di Desa Kapringan.

”Luas tanaman padi yang sudah di panen mencapai 300 hektare. Tersebar di Desa Singakerta dan Desa Kapringan,” jelas Camat Krangkeng Ali Alamudin, dikutip Selasa (26/10/21).

Ali menjelaskan, kondisi ini merupakan berkah bagi petani di dua desa tersebut yang selama ini tidak dapat panen padi, karena selama 26 tahun terakhir petani kerap merugi akibat gagal panen.

Terobosan dari Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar agar seluruh saluran irigasi terairi, termasuk di saluran irigasi IV, menjadi kenyataan. Dengan adanya solusi itu, lahan sawah di dua desa tersebut panennya melimpah.

“Irigasi Sindupraja saluran SR 6-JW7 yang menjadi andalan petani di dua desa tersebut, merupakan gagasan sekaligus program utama Ibu Bupati Indramayu Nina Agustina sebagai bentuk keberpihakan kepada petani untuk mempertahankan program ketahanan pangan nasional,” kata Ali.

Menurutnya, ada empat kelompok tani yakni Poktan Sri Lestari II dan Sri Lestari III Desa Singakerta, dan Poktan Panggungan dan Poktan Panggungan II dari Desa Kapringan yang berhasil mengembalikan lahan kering menjadi lahan subur pertanian.

Ali berharap, masa tanam rendeng, petani di dua desa tersebut dapat mencapai hasil yang memuaskan.

“Saya berharap semoga di musim tanam rendeng musim depan petani di Desa Singakerta dan Desa Kapringan mendapat panen yang melimpah juga. Atas nama masyarakat Kecamatan Krangkeng kami mengucapkan terimakasih atas perhatian dari Ibu Bupati Indramayu yang sangat peduli kepada petani di Kecamatan Krangkeng,” kata Ali. (k34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indramayu
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top