Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Oranye, Warga Diminta Tak Abai Prokes

Bupati Bandung menyiapkan langkah dengan menyediakan tujuh unit mobil siaga yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR). Masing-masing mobil siaga tersebut disimpan di tujuh titik yang memiliki risiko penyebaran yang cukup tinggi.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 Juni 2021  |  16:40 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri) - Istimewa
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri) - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Status zonasi risiko Covid-19 Kabupaten Bandung kembali menurun. Sebelumnya pada 7-13 Juni 2021, Kabupaten Bandung berada pada zonasi risiko tinggi penyebaran Covid-19 dengan skor 1,73.

Namun, saat ini diketahui skor zonasi menurun dengan skor 1,86 yang menjadikan Kabupaten Bandung masuk lagi pada zona oranye.

“Walaupun skornya naik sedikit, tapi risikonya sudah berkurang. Tentu kami akan terus lakukan langkah-langkah penanganan,” ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Kamis (24/6/2021).

Salah satu langkah yang dilakukan pihaknya yakni dengan menyediakan tujuh unit mobil siaga yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR). Masing-masing mobil siaga tersebut disimpan di tujuh titik yang memiliki risiko penyebaran yang cukup tinggi.

Titik pertama yaitu wilayah Pasirjambu-Ciwidey-Rancabali (Pacira), Soreang-Kutawaringin, Margahayu-Margaasih-Katapang-Dayeuhkolot, Bojongsoang-Cileunyi-Cilengkrang-Cimenyan, Rancaekek-Cicalengka-Cikancung-Nagreg, Majalaya-Ibun-Paseh-Solokanjeruk, Kertasari-Pacet-Ciparay-Baleendah, dan titik ketujuh yaitu Pangalengan-Cimaung-Cangkuang-Banjaran-Pameungpeuk-Arjasari.

Selain itu, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga dilakukan pengadaan lima unit becak bermotor (cator) untuk melakukan disinfeksi (penyemprotan disinfektan). Saat ini keberadaannya diprioritaskan bagi desa yang berada di zona merah.

“Kita punya data rinci, titik lokus di masing-masing desa. Kemudian desa juga tahu titik lokusnya di tingkat RT atau jumlah rumah yang terpapar. Sehingga prioritas kami sebarkan 5 cator ini, untuk melakukan disinfeksi di titik wilayah keterpaparan yang akurat,” tutur Dadang.

Sementara itu, menurutnya angka kesembuhan rata-rata per hari mencapai 160 sampai 170 orang. Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 234 bed (tempat tidur) khusus pasien rawat isolasi akan disiapkan di RSUD Oto Iskandar Dinata. Selain itu, wisma atlit di SOR Si Jalak Harupat juga akan dipersiapkan jika masih kurang.

“Kami juga akan mengadakan rapat, untuk mekanisme atau teknis pemberian bantuan makanan bagi warga yang tengah melakukan isoman (isolasi mandiri). Ini sebagai upaya, agar warga yang isoman tidak berkeliaran, sehingga akan membantu mempercepat penyembuhan di rumah,” terangnya.

Terkait penutupan objek wisata, ia meminta seluruh pihak untuk bersabar. Perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 5 Juli mendatang, membuat tempat wisata untuk sementara ini masih ditutup.

“Mohon bersabar demi keselamatan semuanya. Kami berharap Covid segera meghilang, pemerintah daerah terus berkomunikasi, berkoordinasi dengan gubernur juga presiden. Tentu kita berharap bahwa Covid akan segera menghilang, kesehatan pulih ekonomi bangkit. Ini bisa terwujud dengan kekompakan seluruh pihak dalam kedisiplinan menerapkan prokes (protokol kesehatan) 5M,” tandas dia. (K34)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabupaten bandung Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top