Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumedang Mulai Gali Potensi Pajak dari Sektor Pariwisata

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang Rohana mengatakan pihaknya belum lama ini memerintahkan seluruh pegawai untuk melaksanakan monitoring ke sejumlah objek pajak yang berada di lokasi wisata.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  15:45 WIB
Kabupaten Sumedang - Istimewa
Kabupaten Sumedang - Istimewa

Bisnis.com, SUMEDANG - Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumedang mulai menggali potensi pajak dari sektor pariwisata yang ada di Kota Tahu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang Rohana mengatakan pihaknya belum lama ini memerintahkan seluruh pegawai untuk melaksanakan monitoring ke sejumlah objek pajak yang berada di lokasi wisata.

Hal tersebur dilakukan untuk mengecek secara langsung pendapatan yang diperoleh objek pajak dan menggali potensi-potensi pajak yang ada di destinasi wisata.

"Nantinya pendapatan riil yang diperoleh oleh objek pajak di masa pandemi bisa diketahui dan mempunyai gambaran untuk menilai potensi pajak dari objek-objek pajak di lokasi wisata," kata Rohana di Kabupaten Sumedang, Selasa (8/6/2021).

Rohana mengatakan, pihaknya menemukan beberapa potensi yang dapat dikembangkan sebagai objek pajak. Salah satunya, ditemukan adanya objek wisata yang belum menjadi wajib pajak daerah, seperti restoran dan sarana hiburan di lokasi wisata.

Kemudian, ada pula sebagian objek lahan parkir yang disediakan oleh penyelenggara (pemilik wisata), yang sampai saat ini belum masuk dalam objek pajak parkir.

"Hasil wawancara dengan para pengelola wisata, ternyata hampir semua destinasi wisata di Sumedang ini rata-rata hanya ramai dikunjungi pada hari libur saja. Ini juga tentunya akan menjadi bahan evaluasi kami dalam melakukan pendataan dan penilaian potensi objek pajak," katanya.

Sebelumnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Yayasan Masyarakat Indonesia Emas (YMIE) berupaya mengembangkan pariwisata daerah.

Kerja sama tersebut meliputi pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Sumedang melalui pembiayaan pembangunan homestay, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, pengawasan, dan pembinaan komunitas kelompok pariwisata.

Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan bahwa kerja sama dengan Pemkab Sumedang ini merupakan komitmen SMF untuk ikut mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di sektor pariwisata, melalui pembiayaan homestay.

“Sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan, SMF siap untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya para sektor pariwisata yang terdampak pandemi cukup dalam," ujarnya.

Melalui pembiayaan homestay ini diharapkan sektor pariwisata di daerah Sumedang ini bisa kembali menggeliat dan memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Ananta optimistis dengan berkembangnya homestay di Desa Wisata Kabupaten Sumedang akan menjadi pendorong bergeraknya sektor wisata yang dapat menumbuhkan potensi ekonomi baik bagi pemilik homestay maupun masyarakat sekitar sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kami yakin bahwa program pembiayaan homestay ini dapat memberikan dampak dari sisi dampak sosial, dimana pembiayaan homestay dapat meningkatkan kualitas aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, tingkat pendapatan, kualitas hidup, perdagangan, dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya,” kata Ananta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumedang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top