Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jalur-jalur Wisata di Kabupaten Bandung Bakal Disekat

Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan penyekatan pada jalur-jalur menuju kawasan wisata. Hal itu dilakukan agar pengunjung bisa dilakukan pemeriksaan sebelum sampai ke titik tujuan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 April 2021  |  18:49 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan penyekatan pada jalur-jalur menuju kawasan wisata. Hal itu dilakukan agar pengunjung bisa dilakukan pemeriksaan sebelum sampai ke titik tujuan.

“Penyekatan akan dilakukan, bukan berarti kita melarang dan tidak boleh masuk ke tempat wisata. Tapi sebelum masuk daerah wisata, harus ada pengecekan pengunjung terlebih dahulu. Jadi pengecekan tidak dilakukan di titik lokasi wisatanya, agar tidak terjadi penumpukan,” ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kamis (29/4/2021).

Pengetatan itu diperlukan untuk menekan risiko kemungkinan penyebaran Covid-19, dan munculnya klaster baru di tempat wisata.

Bupati menekankan, jangan sampai triliunan anggaran dari pusat sudah digelontorkan, namun tidak diikuti dengan kedisiplinan masyarakat.

“Termasuk dukungan dari sisi pengawasan kedisiplinan. Ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, mengenai pentingnya melakukan prokes 5M. Kami harap edukasi ini bisa terus ditingkatkan di masing-masing wilayah dan desa,” tutur bupati.

Rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam rangka menghadapi Hari Raya Idulfitri sudah dilakukan. Dadang mengatakan, dalam rapat tersebut dicapai kesepakatan untuk memfokuskan pada penanganan Covid-19.

Ia tidak mengharapkan ada pengunjung berisiko, masuk ke wilayah Kabupaten Bandung. Jangan sampai menjadi masalah baru yang bisa mempengaruhi penurunan Kabupaten Bandung dari zona kuning risiko rendah covid-19.

“Rencananya minggu depan kami akan melakukan monev (monitoring dan evaluasi) dengan para satgas kewilayahan hingga tingkat desa. Kalau misalkan satgas kecamatan atau desa tidak serius dalam penanganan Covid, maka kita akan lakukan evaluasi. Kita akan memutuskan tindaklanjutnya seperti apa setelah evaluasi,” tutur Kang DS, sapaan akrab bupati.

Saat ini, menurut data dari Dinas Kesehatan, ada beberapa kecamatan zero kasus, dalam arti berada di zona hijau tidak terdampak Covid-19. Kemudian terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), harus secepatnya dilakukan aksi-aksi konkrit.

“Ini akan terus dipertahankan, jangan sampai ada orang luar yang berisiko memunculkan klaster baru di zona hijau. Sehingga wilayah kita bisa stabil, dan kita tentu berharap ke depan covid bisa hilang. Terkait PEN, Insyaa Allah Jumat nanti akan ditandatangani perbup (peraturan bupati) parsialnya. Sehingga kegiatan-kegiatan sudah mulai bergerak, karena untuk mempercepat pemulihan ekonomi ini harus dengan aksi-aksi konkrit,” pungkas Kang DS. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabupaten bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top