Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pj Bupati Bandung Dedi Taufik Siapkan Antisipasi Kemungkinan Gelombang Pemudik

Hal pertama yang dilakukan oleh Dedi adalah dengan melakukan persiapan antisipasi adanya gelombang pemudik pada momentum Lebaran 2021 mendatang.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 12 April 2021  |  14:03 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Pj. Bupati Bandung Dedi Taufik langsung tancap gas usai ditugaskan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk sementara waktu memimpin Kabupaten Bandung hingga pelantikan bupati dan wakil bupati Bandung selesai.

Hal pertama yang dilakukan oleh Dedi adalah dengan melakukan persiapan antisipasi adanya gelombang pemudik pada momentum Lebaran 2021 mendatang.

Dedi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat itu langsung menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas agar tertib saat diberlakukan larangan mudik Tahun 2021.

"Kita melakukan peninjauan di pintu tol Soreang. Bagaimana nanti antisipasi arus mudik atau arus piknik yang akan menuju Kabupaten Bandung, terutama di wilayah selatan. Ini sebagai tindak lanjut aturan pemerintah pusat yang memberlakukan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei mendatang," terang Dedi Taufik, Senin (12/4/2021).

Selain melakukan peninjauan antisipasi mudik, dia juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaq Kecamatan Rancabali. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti amanat Gubernur Ridwan Kamil, untuk memulihkan perekonomian daerah di tengah situasi pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Ponpes Al-Ittifaq mampu menggerakkan roda perekonomian dengan menjalankan agrobisnis dan memberikan bekal kemampuan bagi warga yang berminat di bidang pertanian.

Tak lupa Dedi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung, agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Terutama mematuhi 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

"Kabupaten Bandung sudah berada di zona kuning, atau risiko rendah Covid-19. Persiapannya sudah bagus, tinggal kita pertahankan dan tetap mengedepankan prokes 3M. Juga jangan mengendorkan 3 T, yaitu testing, tracing dan treatment. Semoga upaya ini bisa meminimalisir Covid-19," pungkas Dedi. (k34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabupaten bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top