Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ridwan Kamil Sudah Bertemu Ahok, Bahas Apa?

Kang Emil mengatakan, tahun 2021, ADPMET memiliki target agar daerah-daerah penghasil migas dapat mengelola lahan milik Pertamina yang skalanya kecil.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 01 April 2021  |  10:10 WIB
Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Ridwan Kamil (tengah)
Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Ridwan Kamil (tengah)

Bisnis.com, BANDUNG — Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Ridwan Kamil yang juga Gubernur Jawa Barat menghadiri Forum Daerah ADPMET di Kota Medan, Rabu (31/3/2021) malam.

Dalam forum tersebut, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menyerap aspirasi daerah (provinsi dan kabupaten/kota) anggota ADPMET wilayah Sumbagut (Sumatra Bagian Utara). Menurutnya, daerah anggota berharap ADPMET mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kang Emil mengatakan, tahun 2021, ADPMET memiliki target agar daerah-daerah penghasil migas dapat mengelola lahan milik Pertamina yang skalanya kecil.

"Kemudian pengambilan pemberian ladang-ladang minyak yang sudah tidak dipakai Pertamina itu diserahkan, dihibahkan ke daerah. Kecil untuk Pertamina, tapi besar untuk daerah," kata Kang Emil.

Guna mewujudkan target tersebut, Kang Emil berencana membahas pemanfaatan lahan Pertamina berskala kecil oleh daerah dengan Presiden RI Joko Widodo. Selain itu, ia pun sudah menyampaikan hal tersebut kepada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)Basuki Tjahaja Purnama.

"Saya masih melobi di level eksekutif, bapak Presiden juga berkenan menerima kami lagi. Kita sedang cari waktunya supaya bisa langsung terkait dengan Pertamina," tuturnya.

"Secara keorganisasian, Komisaris Utama Pertamina, bapak Ahok (sapaan Basuki). Saya sudah bertemu juga, bahasanya sama," imbuhnya.

Menurut Kang Emil, dalam lima tahun ke depan, ADPMET akan berfokus pada pengembangan energi terbarukan atau biofuel berbasis sampah, kotoran hewan, dan tumbuhan.

Energi terbarukan merupakan tren global ditandai dengan kemunculan konsep Transisi Energi (Energy Transition) dan Environmental Social Governance Fund untuk investasi dengan prioritas eksplorasi gas dibanding minyak bumi.

"Jangan semua mengandalkan minyak. Gas belum diolah, energi terbarukan baru 4,5 persen dan mereka berkomitmen sama-sama berjuang sebagai organisasi," ucapnya.

Selain itu, ADPMET di bawah kepemimpinan Kang Emil juga berusaha menciptakan iklim migas yang lebih berkeadilan terutama bagi daerah- daerah kaya cadangan energi. Daerah penghasil harus mendapatkan haknya untuk dapat menyejahterakan rakyatnya.

Misi lain yang hendak dicapai ADPMET saat ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar daerah tidak jadi objek atau penonton di tengah kekayaan sumber energi yang dimiliki.

"InsyaAllah kehadiran organisasi ini di bawah kepemimpinan saya, akan lebih terasa manfaatnya, lebih didengar oleh pemerintah pusat dan ujung-ujungnya ada keadilan untuk masyarakat di daerah," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas ridwan kamil
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top