Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangun Jalur Alternatif, Purwakarta Siapkan Rp2 Miliar

Pemkab Purwakarta mengupayakan jalur Lingkar Barat bisa dilintasi kendaraan setelah terputus total akibat terjadi pergerakan tanah di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, belum lama ini.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  14:32 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Bisnis.com, PURWAKARTA – Pemkab Purwakarta mengupayakan jalur Lingkar Barat bisa dilintasi kendaraan setelah terputus total akibat terjadi pergerakan tanah di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, belum lama ini.

“Alhamdulillah, ada jalan alternatif yang bisa dilewati untuk sementara waktu,” ujar Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika kepada Bisnis.com, Rabu (24/3/2021).

Anne menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar dari pos belanja tidak terduga (BTT) APBD kabupaten. Namun, anggaran tersebut bukan untuk memperbaiki jalur yang terputus itu. Melainkan, untuk pembukaan jalur alternatif baru.

“Itu untuk pembangunan jalur baru. Saat ini sedang proses pengerjaan. Karena memakai anggaran kedaruratan, jadi kita hanya punya waktu 14 hari kerja,” jelas dia.

Terkait perbaikan jalan yang mengalami amblas, kata dia, sesuai kajian di Lingkar Barat yang terbelah kemarin tidak bisa diperbaiki. Jadi, hasil assessment dari tim ahli bahwa jalan yang terputus sulit untuk diperbaiki sehingga perlu mencari jalan baru untuk warga beraktivitas.

“Jalan yang terputus ini sangat sulit diperbaiki lantaran perlu membongkar beton dan pengerasan kembali dengan waktu yang cukup panjang. Apalagi, sampai hari ini masih ada juga pergerakan tanah jadi kami khawatir justru dapat membahayakan pengguna jalan jika jalan itu masih digunakan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono menambahkan kondisi tanah di sejumlah titik di Jalur Lingkar Barat memang memiliki karakteristik labil. Sehingga rentan pergerakan tanah saat diguyur hujan.

“Jalur yang kemarin sudah terputus total. Jadi untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan. Tapi saat ini sudah ada jalur alternative baru,” jelas dia. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top