Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Distributor Resmi CePAD, BUMD Jasa Sarana Bantu Tracking Covid-19

BUMD PT Jasa Sarana terus memperkuat kontribusi dalam penanganan Covid-19 lewat sejumlah anak usaha.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  13:12 WIB
Alat deteksi SARS/CoV/2 yang dikembangkan Unpad, yakni Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0
Alat deteksi SARS/CoV/2 yang dikembangkan Unpad, yakni Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0

Bisnis.com, BANDUNG — BUMD PT Jasa Sarana terus memperkuat kontribusi dalam penanganan Covid-19 lewat sejumlah anak usaha.

Terbaru, PT Usaha Bersama Jabar (UBJ) menjadi distributor resmi Uji CePAD: Covid-19 Antigen hasil inovasi peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad).

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan tak hanya menjadi distributor resmi, UBJ juga turut melakukan pelaksanaan monitoring maupun tracking bagi pengguna yang melakukan test antigen produk CePAD.

“Salah satu alasan Jasa Sarana melalui anak usaha UBJ berkontribusi dalam penanganan Covid-19 melalui CePAD karena kami tertarik dalam pengembangan IT nya,” katanya dalam keterangan resmi korporasi, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya pengembangan IT produk ini memungkinkan pihaknya membantu pemerintah dalam melakukan tracking terutama bagi orang yang telah melakukan tes antigen. “Layanan IT CePAD juga bisa memberikan layanan pemesanan online juga surat keterangan hasil tes secara online,” ujarnya.

Menurut Hanif, sistem tracking hasil data ini sangat dibutuhkan bagi pemerintah terutama untuk kepentingan mentracking jumlah kasus positif Covid-19 maupun untuk mengetahui masyarakat yang telah melakukan test antigen CePAD, serta memudahkan masyarakat dalam melakukan tes.

PT UBJ sendiri menurutnya sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah kawasan industri. Korporasi juga berencana memasukan CePAD ke dalam e-katalog. “Saat ini jangkauan layanan masih di Jawa Barat dan DKI Jakarta,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penanganan Covid-19 di Jawa Barat sekaligus inovasi penanganan yang lahir dari perguruan menjadi bukti bahwa kolaborasi menjadi kunci Jawa Barat mengendalikan pandemi.

“Dan juga terbukti, industri di Jawa Barat bisa digeser menjadi industri kesehatan. Ventilator, alat rapid test, masker, itu semua ngumpul dan swasembada di Jawa Barat,” katanya.

Menurutnya swasembada alat kesehatan terkait Covid-19 di Jawa Barat lahir dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia pendidikan dan UMKM. Kemampuan swasembada ini melahirkan pemenuhan kebutuhan dari mulai alat pendeteksi virus hingga kebutuhan harian yang selaras dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) seperti masker hingga wastafel.

Dia menunjuk alat deteksi SARS-CoV-2 yang dikembangkan Unpad, yakni Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0, akan diproduksi sebanyak 5.000 kit dan memasuki validasi ke sampel virus asli. Perbedaan rapid test 2.0 dengan rapid test yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi.

CePAD Unpad dikenalkan Menteri Riset dan Teknologi RI Prof. Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers virtual yang digelar Senin (28/12). “Dua inovasi anak bangsa ini mempunyai peran sangat penting dalam penanganan Covid-19 terutama dalam pelaksanaan 4T (testing, tracing, tracking, dan treatment),” ujar Menristek.

Menristek menjelaskan, CePAD dan GeNose merupakan dua produk inovasi yang dikategorikan alat untuk melakukan pendeteksian cepat terhadap keberadaan Covid-19 pada manusia.

Dua produk ini tidak terkategorikan sebagai tes cepat berbasis antibodi, tetapi memiliki sasaran pengujian yang berbeda. “Kita dorong alat ini bisa digunakan di tempat publik, sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan tetapi dengan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top