Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baru 0,73 Persen Koperasi di Indonesia yang Terapkan Pengelolaan secara Digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut saat ini baru hanya 907 atau 0,73 persen koperasi dari total 123.048 koperasi yang ada di Indonesia yang telah mampu memanfaatkan akses digital dalam pengelolaannya.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 19 November 2020  |  17:50 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghadiri pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi dan Peluncuran New LPDB-KUMKM, Kamis (19/11/2020). - Bisnis/Dea Andriyawan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghadiri pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi dan Peluncuran New LPDB-KUMKM, Kamis (19/11/2020). - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut saat ini baru hanya 907 atau 0,73 persen koperasi dari total 123.048 koperasi yang ada di Indonesia yang telah mampu memanfaatkan akses digital dalam pengelolaannya.

Hal tersebut disampaikan Teten di Bandung dalam acara Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi dan Peluncuran New LPDB-KUMKM, Kamis (19/11/2020).

"Tantangan besar kita saat ini koperasi yang memanfaatkan ekosistem-ekosistem digital ini masih minim, baru sekitar 906 koperasi atau 0,73% dan jumlah koperasi dari jumlah koperasi yang aktif yaitu sekitar 123.048 unit, saya nggak tahu apa karena pengurusnya karena gaptek, karena kebanyakan pengurus koperasi itu udah sepuh sepuh," jelas Teten.

Menurut Teten, digitalisasi Koperasi dan UKM saat ini menjadi salah satu agenda prioritas Kementerian untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelayanankoperasi tanpa harus meninggalkan jati diri koperasi.

"Nah ini yang saya kira harus dipercepat," ungkapnya.

Ia mengajak koperasi untuk melompat lebih jauh dengan mengembangkan model bisnis yang bisa menjadikan koperasi bisa berkompetisi dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat.

"Jadi yang yang gagal itu urusan justru koperasi tidak mengembangkan model bisnis, mau tidak mau kan sekarang Koperasi ada di tetangga koperasi banyak sekali sekarang usaha-usaha mode-mode usaha yang begitu inovatif mereka mengembangkan model bisnis," ungkapnya.

Pasalnya, ia melihat peluang pengembangan model bisnis oleh koperasi sangat luas. Sehingga sayang jika tidak dioptimalkan oleh pelaku-pelaku UMKM yang tergabung dalam koperasi.

"Nah kalau kita nggak lompat ke teknologi berbasis teknologi kita persaingan di bawah akan sangat pesat," jelasnya.

Salah satu yang bisa dioptimalkan adalah memasarkan hasil produksi anggota koperasi di ekosistem digital seperti market place.

"Bukan saya mengabaikan tadi ya tapi kita harus mulai lompat ke situ, kita juga punya market digital ekonomi kita tuh diprediksi terbesar di Asia tenggara," jelasnya.

"Kalau kita tidak segera memanfaatkan pasar digital kita ini kan diserbu juga oleh market oleh produk-produk luar," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya kini tengah menyiapkan wadah bersama berupa sistem aplikasi yang bisa digunakan oleh pengurus koperasi untuk mengonversikan pengelolaannya dengan sistem digital.

"Kita sedang siapkan wadah bersamanya, ada banyak aplikasi digital pengelolaan koperasi yang lebih transparan dan efektif," tandasnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top