Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WJIS 2020: Jasa Sarana Panen Kerja Sama Infrastruktur Strategis

PT Jasa Sarana sebagai BUMD Infrastruktur milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama investasi dengan sejumlah mitra strategis di acara West Java Investment Summit (WJIS) 2020.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 November 2020  |  14:45 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (tengah) bersama Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq (kiri)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (tengah) bersama Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq (kiri)

Bisnis.com, BANDUNG — PT Jasa Sarana sebagai BUMD Infrastruktur milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama investasi dengan sejumlah mitra strategis di acara West Java Investment Summit (WJIS) 2020.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan pihaknya dalam WJIS 2020 berperan serta menawarkan proyek-proyek strategis di Provinsi Jawa Barat, dengan mengusung konteks kerja sama dan pembiayaan infrastruktur strategis untuk dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

“Guna mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Jawa Barat, kami [Jasa Sarana] berkomitmen untuk dapat mengelola dan mengakselerasi pembangunan, berfokus pada pengembangan sektor infrastruktur,” katanya di Bandung, Selasa (17/11/2020).

Pada WJIS 2020 ini, Jasa Sarana menandatangani MoU bersama Aspen & Docta Pty. Ltd. untuk pembangunan infrastruktur rumah sakit dan PT Rajawali Nusindo sebagai penunjang sarana pendukung rumah sakit disaksikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dubes Indonesia untuk Australia Kristiarto S. Legowo dan juga Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan.

Hanif menuturkan karena peka terhadap tantangan bisnis infrastruktur pada era baru, BUMD Jasa Sarana menurutnya tidak saja mengembangkan infrastruktur kesehatan, namun juga melakukan pengembangan proyek-proyek infrastruktur lainnya di Jawa Barat dengan menggandeng PT Gobel International dan beberapa partner lainnya.

Di tempat yang sama, Direktur Investasi Jasa Sarana Indrawan Sumantri menambahkan untuk mengembangkan kinerja anak perusahaan, Jasa Sarana juga bekerjasama dengan institusi nonperbankan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pendanaan proyek waste to RDF TPPAS Lulut Nambo.

“Lalu, Indonesia Infrastructure Finance untuk pembiayaan ekspansi PT Jasa Medivest, PT Lumbung Dana Indonesia untuk pengembangan jaringan gas, PT Investree Radhika Jaya yang mendukung UMKM di Jawa Barat dan PT Finnet Indonesia untuk payment gateway, keduanya untuk pengembangan Infrastruktur IT,” tuturnya.

Bersama semangat inovasi dan kolaborasi, BUMD Jasa Sarana mengusung rumusan pembangunan infrastruktur, bersama para mitra strategis untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

West Java Investment Summit (WJIS) 2020 menjadi ajang tahunan tersebut dalam rangka mempromosikan investasi di Jawa Barat. Dalam rangka mempromosikan investasi di Jawa Barat, 1.400 calon investor baik lokal maupun internasional akan turut berpartisipasi menangkap peluang investasi yang ditawarkan Provinsi Jawa Barat.

Adapun, beberapa investor yang telah mengkonfirmasi kehadirannya berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang, Hong Kong, Australia, Jerman, Perancis, Finlandia dan Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WJIS
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top