Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Segitiga Rebana III: Ada Ruang, Ada Peluang

Metropolitan Rebana menawarkan 13 klaster pembangunan kota-kota baru yang terintegrasi dengan ragam tematik industri. Penyusunan payung hukum tata ruang dikebut dengan prinsip kehati-hatian.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 November 2020  |  10:31 WIB
Foto udara kawasan Metropolitan Rebana - Bisnis
Foto udara kawasan Metropolitan Rebana - Bisnis

Bisnis.com,BANDUNG—Metropolitan Rebana menawarkan 13 klaster pembangunan kota-kota baru yang terintegrasi dengan ragam tematik industri. Penyusunan payung hukum tata ruang dikebut dengan prinsip kehati-hatian.

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara Nengsih memastikan peluang investasi pengembangan kawasan Metropolitan Rebana tersebar pada 13 lokasi dan klaster dengan areal total mencapai 43.913 hektare.

Antara lain, Cipali Subang Barat; Cipali Subang Timur; Cipali Indramayu; Buah Dua-Tomo (Butom) Sumedang; Jatiwangi Majalengka; Kertajati Majalengka; Cirebon; Krangkeng Indramayu; Tukdana Indramayu; Balongan Indramayu; Losarang Indramayu; Patrol Indramayu; Patimban New City Subang.

Noneng memastikan pihaknya tak menawarkan pola ruang semata, namun investor juga diyakinkan Bahwa Kawasan Ini Akan Didukung Sejumlah Kemudahan Dan Keunggulan. Seperti Konektifitas Wilayah yang didukung infrastruktur darat, laut dan udara.

“Pengawalan dan pendampingan bagi investor, mulai dari melakukan pendaftaran izin usaha sampai dengan pendampingan saat pelaporan kegiatan penanaman modal,” tutur Noneng kepada Bisnis, Senin (2/11/2020).

Salah satu yang rutin ditawarkan adalah kawasan aerocity Kertajati terus rutin ditawarkan pada investor karena dari sisi ruang dan lahan siap untuk dikembangkan. Potensi besar menunggu jika pembangunan akses tol langsung menuju Bandara Kertajati dari Tol Cikopo-Palimanan dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan tuntas 2021 mendatang. “Ini bisa mengakselerasi pembangunan dan minat ke kawasan aerocity,” katanya.

Setidaknya ada tiga pengelola kawasan yang siap menerima investor di Kertajati. PT BIJB yang mengelola total lahan 3.480 hektare dan sudah membagi lahan menjadi 6 kawasan siap bangun. Lalu, ada PT Dwipapuri Abadi lewat Kertajati Industrial Estate Majalengka (KIEM) dengan luas lahan 400 hektare, lalu PT Metland dengan Metropolitan Kertajati Development yang memiliki 330 hektare.

“Masterplan kami sudah, nantinya kawasan aerocity ini juga akan terintegrasi dengan kawasan bandara. Jadi, Automatic People Mover System (APMS) bandara yang tersambung dengan aerocity,” tutur Direktur Utama PT BIJB Salahudin Raffi.

Momentum penawaran investasi juga tengah dibarengi dengan upaya penyesuaian tata ruang di masing-masing daerah. Pengurus Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jawa Barat bidang Advokasi dan Konsultasi Hesthi Raharja yang terlibat dalam penyusunan rencana aksi pengembangan kawasan Metropolitan Rebana mengatakan sejumlah daerah mulai menuntaskan revisi rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) berikut rencana detil tata ruang (RDTR).

Pihaknya mencatat Subang, Cirebon, Kuningan dan Sumedang mengajukan 8 rekomendasi peta RTRW oleh Badan Informasi Geospasial. Dimana, Indramayu sudah menyelesaikan peta tematik, Kota Cirebon sudah menuntaskan Perda RTDTR, sementara Majalengka tengah melengkapi koreksi geometris. “Tahun depan kita pasti punya Perda RDTR KPI Patimban, Perda RDTR KPI Jatitujuh-Kertajati,” tuturnya.

Menurutnya sisanya ada tujuh daerah yang ditargetkan meraih rekomendasi gubernur terkait revisi RDTR terkait kawasan peruntukan industri (KPI) pada 2021 mendatang seperti Tukdana, Patrol, Krangkeng, hingga Buah Dua-Tomo. “Perda harus beres, karena kalau mau ada rencana investasi 2022 investor tidak bingung,” katanya.

Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir pada bisnis mengatakan pihaknya tengah mendorong agar kawasan Buah Dua-Tomo (Butom) masuk dalam bagian Metropolitan Rebana. Meski Sumedang ada di kawasan Metropolitan Bandung Raya, posisi dua kecamatan yang berbatasan dengan Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu dan Cipali ini layak masuk dalam pengembangan kawasan. “Butom itu sekitar 4.000 hektare kami siapkan,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Segitiga Rebana
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top