Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendalikan Covid-19 di Jabar, Begini Metode Ridwan Kamil

Apa yang menjadi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan otomatis diberlakukan pula di Bodebek.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 September 2020  |  21:38 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Antara
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim pemprov mampu mengendalikan 90 persen wilayah Jawa Barat dari Covid-19.

Zona merah hanya terkumpul di kawasan penyangga DKI Jakarta yakni wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi atau Bodebek.

Walhasil, manajemen penanganan Covid-19 di Jawa Barat terbagi menjadi tiga berdasarkan geografis.

"Di desa ini jauh dari Covid dan ekonominya juga berjalan [dengan baik]. Kalau saya perlakukan dengan metode yang sama [dengan kawasan kota/zona merah] atau pukul rata, itu tidak adil," katanya dalam 'Webinar Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi', Minggu (20/9/2020).

Lebih lanjut, Kang Emil - begitu dia biasa disapa - menyebutkan manajemen penanganan yang pertama adalah penanganan pandemi di Bodebek harus sejalan dengan DKI Jakarta.

Apa yang menjadi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan otomatis diberlakukan pula di Bodebek.

Kedua, manajemen penananganan di Bandung Raya atau Ibu Kota Jawa Barat, dan ketiga penanganan pandemi di kabupaten/kota lainnya.

Dia memastikan bahwa secara umum penanganan Covid-19 di Jawa Barat tetap menggunakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan, Kang Emil memastikan bahwa PSBB di Bodebek itu selalu diperpanjang setiap 14 hari.

"Hanya bedanya karena wilayah kami ini tidak homogen seperti Jakarta maka kita gunakan PSDM atau berbasis mikro. Zon merah kita ketatkan, zona hijau kita longgarkan," jelasnya.

Emil pun menyimpulkan bahwa pemerintah tidak bisa memenangkan baik kesehatan atau epidemologi dan ekonomi.

Menurutnya, saat ini Indonesia hanya dihadapkan pada tiga pilihan yaitu prioritas hanya di kesehatan, tapi ekonomi hancur atau prioritas pada ekonomi, tapi kesehatan hancur.

"Yang terakhir berada di ruang abu-abu atau yang sedang kita orkestrakan yaitu kadang-kadang ke kesehatan geser, kadang-kadang ke ekonomi. Ini realita yang tidak sederhana, jangan dibilang bahwa ekonomi seolah-olah tidak penting," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top