Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ridwan Kamil Minta Dinamika Keraton Kasepuhan Dituntaskan

Ridwan Kamil mengatakan, Sultan Arief adalah sosok yang teladan dan sangat berjasa bagi kemajuan Cirebon dan Jabar. Ia pun mengaku kehilangan atas kepergian Sultan Arief.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:44 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin - Istimewa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri tahlilan 40 hari wafatnya Almarhum Gusti Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat di Dalem Agung Pakungwati Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020).

Ridwan Kamil mengatakan, Sultan Arief adalah sosok yang teladan dan sangat berjasa bagi kemajuan Cirebon dan Jabar. Ia pun mengaku kehilangan atas kepergian Sultan Arief.

"Dengan Pangeran Arief, saya sangat bersahabat, almarhum sangat luar biasa itu kenapa tadi kita mendoakan beliau," katanya, Senin (31/8/2020).

Selain itu, Kang Emil berharap proses Jumenengan (Penobatan) Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin berjalan baik. Jika ada dinamika yang terjadi, ia meminta untuk diselesaikan dengan musyawarah.

"Hari ini ada Jumenengan dan ada dinamika. Silakan diselesaikan sebaik-baiknya dengan dua cara, pertama gunakan sila keempat Pancasila yaitu musyawarah untuk mufakat," ucapnya.

"Kalau tida ada musyawarah untuk mufakat tentulah ini adalah negeri hukum sehingga bisa diselesaikan dengan cara baik-baik melalui koridor hukum," imbuhnya.

Dia berharap, selama proses Jumenengan berlangsung, tidak ada kekosongan kepemimpinan di Keraton Kasepuhan Cirebon. "Kami menghormati tradisi Jumenengan agar tidak ada kekosongan dalam tradisi di Keraton Kasepuhan," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan terus melindungi dan menghormati situs-situs dan kegiatan budaya, termasuk di Keraton Kasepuhan.

"Kami sangat menghormati masa lalu. Ini adalah kekayaan Jabar, sebelum Indonesia lahir sudah ada Kesultanan Cirebon jadi sudah sewajarnya kami menghormati dan melindungi tradisi di sini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top