Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keluarga Kesultanan Cirebon Tolak Penobatan PRA Luqman sebagai Sultan Sepuh

Keluarga Kesultanan Cirebon, Ratu Mawar Kartina, mengatakan, ‎keluarga Kesultanan Cirebon menolak penobatan Luqman sebagai Sultan Sepuh XV, lantaran bukan nasab atau keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  15:57 WIB
Penobatan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin ditandai dengan penyerahan dan penyematan keris Sunan Gunung Jati dari PR Goemelar Soeriadiningrat?, kepada Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Penobatan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin ditandai dengan penyerahan dan penyematan keris Sunan Gunung Jati dari PR Goemelar Soeriadiningrat?, kepada Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Sejumlah penolakan terjadi saat penobatan atau jumenengan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pantauan Bisnis.com di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020), penolakan pertama terjadi di Alun-alun Kasepuhan yang dilakukan oleh massa bersarung.

Penolakan kedua terjadi seusai penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV, dilakukan oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan keluarga Kasultanan Cirebon.

Keluarga Kesultanan Cirebon, Ratu Mawar Kartina, mengatakan, ‎keluarga Kesultanan Cirebon menolak penobatan Luqman sebagai Sultan Sepuh XV, lantaran bukan nasab atau keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati.

Penolakan tersebut pun, kata Ratu Mawar, tidak hanya dilakukan oleh keturunan Sunan Gunung Jati, melainkan oleh sejumlah ulama serta pondok pesantren.‎

Menurutnya, keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati hanya sampai sultan sepuh ke-lima, sedangkan hingga saat ini adalah produk langsung dari Belanda.‎

"‎Sudah tidak bisa menerima lagi yang bukan turunan sebagai sultan, sama saja seperti dijajah langsung oleh Belanda," kata Ratu Mawar.

"Kami pun akan melaporkan penobatan tersebut kepada kepolisian, kami bisa buktikan. Terus kami tidak terima tadi dipaksa keluar," lanjutnya.

‎Juru Bicara Keraton Kasepuhan, Raden Chaidir Susilaningrat, mengatakan, saat ini ada sejumlah kelompok yang menolak penobatan tersebut, namun hal itu tetap dilakukan sesuai adat dan turun temurun.

Ia menambahkan, penolakan yang terjadi dianggap sesuatu hal yang sah, selama disampaikan‎ dengan cara baik dan tidak melawan perbuatan hukum.

"Kalau sikapnya berkembang menjadi perbuatan hukum, apapun bentuknya pasti ada hukumannya. Kami anggap itu bukan sebuah gangguan," kata Chaidir.

Nantinya, Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, akan melanjutkan tugas pemimpin sebelumnya untuk‎ melestarikan adat dan tradisi.‎

Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin, dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, menggantikan PRA Arief Natadiningrat yang meninggal dunia 40 hari lalu.

Penobatan tersebut berlangsung di Bangsal Panembahan Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (30/9/2020).

Penobatan tersebut ditandai dengan penyerahan dan penyematan keris Sunan Gunung Jati dari PR Goemelar Soeriadiningrat‎, kepada Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan.

Kemudian penobatan itu pun ditandai dengan penyematan pin oleh Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) serta perwakilan raja/sulta‎n nusantara.

Sultan Sepuh XV PRA Lukman Zulkaedin, mengatakan, ia mengemban amanah dari leluhur Keraton Kasepuhan serta Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat yang meninggal dunia pada 22 Juli lalu. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top