Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Klaster Industri, Lebih dari 30 Perusahaan di Bekasi Terinfeksi

Temuan ini menimbulkan klaster baru di sektor industri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  08:04 WIB
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. - Bisnis/Himawan L Nugraha.
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. - Bisnis/Himawan L Nugraha.

Bisnis.com, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat sedikitnya ada 30 perusahaan di wilayahnya yang melaporkan temuan kasus positif Covid-19 karyawannya sehingga menimbulkan klaster baru di sektor industri.

"Ada 30 lebih perusahaan yang mengonfirmasi karyawannya positif. Itu perusahaannya tersebar di seluruh Kabupaten Bekasi," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Nur Hidayah saat menghadiri konferensi pers klaster Covid-19 LG Electronic di Badan Pelayanan Kesehatan Cikarang Utara, Rabu (25/8/2020).

Nur menyebut salah satu klaster dengan jumlah kasus terbesar terjadi di PT LG Electronic Indonesia. Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif bertambah empat menjadi total 242 orang.

Dia menganggap kondisi ini masih terkendali meski jumlah klasternya tergolong tinggi sebab jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di setiap perusahaan cenderung tidak signifikan. "Angka masih kisaran satu, dua kasus di perusahaan. Hanya memang ini tentu perlu ditekan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah perusahaan, kata dia, protokol kesehatan sebenarnya telah diterapkan namun masih terdapat sejumlah celah yang menjadi klaster baru seperti kerumunan di kantin saat jam istirahat serta penggunaan alat makan yang bersamaan.

"Sebagai contoh LG itu protokolnya bagus, safety-nya bagus, K3-nya juga bagus. Tapi ternyata sebagus apapun menerapkan protokol kesehatan tapi kalau celahnya tidak ditutup jadi seperti ini. Dari analisa kami di LG ada beberapa hal yang masih terakses bersama, misalnya peralatan makan, atau saat berkumpul di kantin. Pokoknya aktivitas yang mengharuskan melepaskan masker," ucapnya.

Selain aktivitas di kantin, potensi penyebaran Covid-19 lainnya terjadi pada saat pergerakan karyawan khususnya dari rumah ke tempat kerja. Di Kabupaten Bekasi terdapat sedikitnya 4.000 pabrik dengan jumlah pekerja mencapai 1,5 juta orang. Jumlah pekerja itu tiap hari bergerak karena tidak sedikit yang berdomisili di luar Kabupaten Bekasi.

"Ada 1,5 juta pekerja Kabupaten Bekasi yang semuanya tidak hanya tinggal di Kabupaten Bekasi, tapi juga di Kota Bekasi dan Jakarta. Maka setiap pergerakan pekerja itu berpotensi. Ke depan kami harus menekan potensi sumber penyebaran," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, PT LG Electronic Indonesia membenarkan jika ratusan karyawannya terinfeksi Covid-19 bahkan pihak perusahaan mengaku kasus ini merupakan pukulan bagi perusahaan.

Berdasarkan informasi Gugus Tugas Kabupaten Bekasi, jumlah karyawan PT LG Electronic Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah empat menjadi 242 orang. Dari jumlah tersebut, 25 orang di antaranya dirawat di rumah sakit karena menunjukkan gejala.

"Angkanya seperti yang disampaikan Gugus Tugas sudah benar dan dari pihak LG berterima kasih kepada Dinkes dan Polres bahwa sampai hari ini semua tindakan yang diambil selalu berkoordinasi dengan pemerintah," kata General Manager PT LG Electronic Indonesia Budi Hartono saat turut meninjau kondisi pusat isolasi di Bapelkes Cikarang Utara, Rabu.

Budi mengaku munculnya kluster baru ini membuat pihak perusahaan terpukul. Mereka pun harus menghentikan operasional pabrik dan mengalihkan fokus perusahaan ke penanganan Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bekasi Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top